JNE Untuk Indonesia

JNE Bersama UMKM Bangkitkan Ekonomi Digital untuk Indonesia

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) turut ambil bagian dalam memajukan perekonomian bangsa di tengah kemajuan dunia digital

Tayang:
Penulis: Array A Argus |
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Petugas di kantor Agen JNE Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat saat tengah menyusun barang milik costumer dan para pelaku UMKM, Senin (3/1/2022). Untuk mendukung pelaku UMKM, JNE turut memberikan program pendampingan dan keringanan ongkos kirim.(TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) turut menjadi penopang ekonomi nasional. Sumbangsih UMKM terhadap pembangunan ekonomi negara begitu signifikan sepanjang tahun 2021 kemarin.

Menurut Presiden RI Joko Widodo dalam pidatonya di side event KTT G20 pada Oktober 2021 lalu, dari 65 juta unit UMKM yang ada saat ini, berkontribusi terhadap 61 persen perekonomian nasional.

Atas partisipasi yang luar biasa itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM mulai menata ulang pemulihan transformatif UMKM di tahun 2022.

Sejumlah formula disusun, termasuk lima fondasi yang akan dijalankan pada tahun 2022 ini.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki saat menggelar Konfrensi Pers Akhir Tahun 2021 menjelaskan, lima fondasi yang akan dijalankan tahun 2022 diantaranya menyangkut kemudahan akses pembiayaan, perluasan pasar dan digitalisasi, membangun kemitraan, melakukan pendataan pelaku UMKM, dan mereformasi birokrasi.

Nantinya, kelima fondasi ini diharap dapat membangkitkan kembali roda perekonomian di sektor UMKM dan Koperasi.

Sejalan dengan rencana tersebut dan melihat pesatnya perkembangan dunia digital, Presiden Jokowi turut menekankan kepada semua pelaku UMKM untuk memahami dan menguasai berbagai platform digital.

Tujuannya, selain untuk mengembangkan usaha pelaku UMKM, juga diharap mampu bersaing secara global.

Berangkat dari hal itu pula, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) selaku penyedia jasa pengiriman barang ikut ambil bagian dalam menyukseskan program pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional bersama pelaku UMKM.

Di era digital seperti sekarang ini, JNE fokus menyusun strategi agar pelaku UMKM kedepannya tetap eksis menggerakkan roda perekonomian lewat dunia digital.

Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq Fachriana menjelaskan, bila melihat pola konsumsi masyarakat yang mulai berubah dari konvensional/offline ke online, maka perlu dibangun satu sistem tentang bagaimana mendampingi pelaku UMKM untuk mampu menguasai beragam platform digital.

“Salah satu masalah serius yang kini dihadapi pelaku UMKM adalah mengenai perubahan prilaku konsumen. Seperti diketahui, sejak pandemi menghantam negeri ini, pola belanja tak lagi secara konvensional atau offline, melainkan online,” kata Fikri kepada Tribun Medan, Kamis (30/12/2021).

Dia menjelaskan, dengan adanya fenomena tersebut, otomatis menuntut pelaku UMKM untuk bisa beradaptasi mengikuti perubahan tren penjualan, dengan memanfatkan ragam jaringan, salah satunya media sosial untuk berjualan produk-produknya.

“Dalam berjualan online, pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam bermedia sosial saja. Banyak hal lain yang harus dipenuhi pelaku UMKM agar produknya tidak hanya dapat dilihat secara online, tapi juga mengundang pembeli,” kata Fikri.

Agar pelaku UMKM sukses menjalankan bisnisnya, Fikri menyebut pelaku UMKM harus memahami tiga supporting system Ekonomi Digital.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved