Breaking News:

Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Terjaga, PLN Dapatkan Kontrak 13,9 Juta MT Batubara

Upaya kami salah satunya adalah memaksimalkan batubara yang awalnya akan diekspor bisa dikirim ke pembangkit PLN

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
HO
Petugas PLN ULP Nias saat memperbaiki pasokan listrik imbas cuaca ekstrem di Nias, Jumat (6/11/2021) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam mengamankan kebutuhan pembangkit listrik dari pasokan batubara, pemerintah resmi melarang ekspor batubara mulai 1-31 Januari 2022.

Terkait hal ini, PT PLN (Persero) memastikan tidak ada pemadaman listrik akibat kritis pasokan energi primer khususnya batubara agar dapat memenuhi standar minimal 20 HOP (hari operasi) untuk seluruh pembangkit PLN maupun IPP usai terbitnya kebijakan strategis Pemerintah yang mengutamakan pemenuhan pasokan energi primer untuk kebutuhan nasional.

Berdasarkan data dari PLN, Kamis (6/1), PLN sudah mendapatkan total kontrak 13,9 juta MT batubara. Jumlah tersebut terdiri dari 10,7 juta MT kontrak eksisting PLN dan IPP, dan 3,2 juta MT kontrak tambahan. Tambahan pasokan ini akan masuk ke pembangkit PLN secara bertahap.

Perseroan pun terus meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat kapal pengangkut batubara.

Baca juga: 3 Cara Mudah Cek dan Bayar Tagihan Listrik, Bisa Pakai Aplikasi Ini

"Upaya kami salah satunya adalah memaksimalkan batubara yang awalnya akan diekspor bisa dikirim ke pembangkit PLN," ungkap Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Ditambahkannya, PLN harus memastikan 20 juta MT batu bara untuk membuat ketersediaan batu bara di pembangkit listrik dalam kondisi aman dengan minimal 20 hari operasi di bulan Januari 2022.

“Jumlah itu terdiri dari, 10,7 juta MT dari kontrak eksisting dan 9,3 juta MT tambahan untuk meningkatkan ketersediaan batu bara ke level aman," lanjutnya.

Dijelaskan Darmawan, solusi permanen dan jangka panjang terkait pasokan energi primer PLN sangat dibutuhkan demi keandalan pasokan listrik ke masyarakat dan ketahanan energi nasional.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, PLN akan melakukan kontrak jangka panjang dan perikatan volume dengan swing 20 persen.

Sementara harga batubara tetap akan mengacu pada regulasi pemerintah dengan skema kirim Cost, Insurance and Freight (CIF/beli batu bara dengan harga sampai di tempat) atau skema Free on Board (FOB/beli batubara di lokasi tambang).

Di tengah pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19, pasokan listrik yang andal sangat dibutuhkan. Untuk itu, PLN akan memastikan bahwa listrik tidak padam.

PLN terus berupaya dalam menjaga keandalan pasokan listrik yang berkualitas, mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved