Breaking News:

Lindungi dan Perjuangkan Hak Hidup Gajah yang Hampir Punah

Barumun Nagari Wildlife (BNWS) mencoba memperjuangkan hak-hak hidup yang layak bagi satwa liar, khususnya Gajah Sumatera yang saat ini mulai punah.

Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Gajah yang ada di Barumun Nagari Wildlife (BNWS) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atraksi gajah di tenda-tenda sirkus atau taman hiburan menjadi pendulang pundi-pundi uang bagi orang-orang yang mengklaim sebagai pecinta atau pemerhati satwa.

Akibatnya, gajah-gajah trauma karena aktivitas yang seharusnya tak dilakukannya sebagai satwa yang keberadaannya hampir punah.

Tak hanya itu, kehidupan gajah juga semakin terancam karena perburuan liar serta perdagangan ilegal, yang memburu gading gajah untuk diperjualbelikan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Baca juga: Kejahatan dan Perdagangan Satwa Liar di Sumut, STFJ Berupaya Menekan Kerusakan Ekosistem

Berdasarkan kajian WWF Indonesia, dalam kisaran 25 tahun, Gajah Sumatera telah kehilangan sekitar 70 persen habitatnya, serta populasinya menyusut hingga lebih dari separuh.

Estimasi populasi tahun 2007 adalah antara 2400 hingga 2800 individu, namun kini diperkirakan telah menurun jauh dari angka tersebut karena habitatnya terus menyusut dan pembunuhan yang terus terjadi.

Barumun Nagari Wildlife (BNWS) mencoba memperjuangkan hak-hak hidup yang layak bagi satwa liar, khususnya Gajah Sumatera yang saat ini mulai punah.

Barumun Nagari Wildlife (BNWS) mencoba memperjuangkan
Barumun Nagari Wildlife (BNWS) mencoba memperjuangkan hak-hak hidup yang layak bagi satwa liar, khususnya Gajah Sumatera yang saat ini mulai punah.

Terletak di Desa Batu Nanggar, Aek Godang, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas Utara, Sumatera Utara (Sumut), BNWS merupakan areal yang didedikasikan khusus sebagai tempat perlindungan satwa liar, khususnya gajah.

Dikembangkan sejak tahun 2015, di lahan seluas 300 hektare, BNWS mencoba mengembalikan “jati diri” dan insting liar gajah yang mulai hilang karena terlalu lama dipisahkan dari kehidupan di alam liar.

BNWS bekerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelamatkan 6 ekor gajah karena kondisi kesehatannya yang memprihatinkan akibat dari ulah manusia dan bencana alam.

“Kita di sini me-rehab gajah agar lebih rileks, seakan-akan pulang ke rumah. Mereka seperti hidup alami di alam liar, namun tetap dipantau manusia agar asupannya seperti makanan dan gizinya baik,” ujar Founder Barumun Nagari Wildlife, Henry Sukaya Wijaya kepada www.tribun-medan.com.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved