Breaking News:

Marak Kasus Predator Seksual di Deliserdang, Arist Merdeka Sirait: Harus Segera Diputus Mata Rantai

Komnas Perlindungan Anak menyikapi kejadian yang menimpa belasan anak yang menjadi korban predator seksual.

Tribun-Medan.com/Satia
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, ditemui usai beraudensi dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani, di Mapolda, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Senin (21/12/2020). Satia 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Belakangan ini, kasus-kasus predator kejahatan seksual terhadap anak di wilayah Kabupaten Deliserdang mengalami peningkatan.

Komnas Perlindungan Anak menyikapi kejadian yang menimpa belasan anak yang menjadi korban predator seksual.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan Kasus predator seksual di Kabupaten Deliserdang mengalami peningkatan.

Baca juga: Presiden Kazakhstan Perintahkan Pasukan Tembak Demonstran Tanpa Peringatan

"Lihat saja kasus kejahatan seksual yang diderita 13 orang anak dari rentan berusia 7-11 tahun yang dilakukan seorang anak RB usia 11 tahun tetangga para korban di Dusun 2 Kecamatan Bangun Purba, di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara," katanya, Jumat (7/1/2022).

Lanjut Arist, satu dari 13 korban, SF (8) akibat serangan persetubuhan menderita pendarahan serius (Bluding) dari dampak dimasukkanya jari pelaku dan botol bekas minyak telon ke dalam areal sensitif korban saat melakukan kejahatan seksual.

Yang cukup menyedihkan, sambung Arist, satu di antara 13 korban GS (8) korban kejahatan seksual terpaksa mengungsi dari rumahnya bersama kedua orangtuanya di salah satu gubuk yang tak pantas huni 3 kilo meter dari rumahnya.

"Kejahatan seksual yang dilakukan pelaku telah berulang dan telah meresahkan warga masyarakat dan anak disekitarnya.

Dalam prilakunya pelaku telah berubah menjadi predator dan monster anak. Lalu, da juga kasus kejahatan seksual yang menjijikkan dimana seorang ayah kandung HG (56) di Kecamatan Pantai Labu melakukan kejahatan seksual terhadap putrinya sendiri hingga hamil dan melahirkan," ucap Arist.

Lalu, ada juga seorang bapak, berinisial ZE (57) dan abang kandung korban KS (23) di Tanjungmorawa melakukan rudapaksa terhadap putri dan adik kandungnya secara berulang.

Baca juga: Akhirnya Pelaku Pencurian Sepeda Motor Milik Petugas Melati Pemko Medan Ditangkap Polisi

Perkosaan massal juga terjadi di Kecamatan Galang, akibat dari perkosaan masal itu korban NS (12) menderita stres yang pada akhirnya korban menyudahi hidupnya dengan cara bunuh diri karena malu dan perkaranya tidak kunjung mendapat perlindungan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved