Breaking News:

Kripto

Penipuan Investasi Bitcoin Cs Marak Terjadi Selama 2021, Rp 200 Triliun Lenyap Seketika

Investasi Kripto tidak selalu menjanjikan keuntungan. Bahkan, sejumlah investor merugi Rp 200 triliun akibat penipuan kripto. 

Ist
Bitcoin berada di zona hijau 

TRIBUN-MEDAN.com - Investasi Kripto tidak selalu menjanjikan keuntungan. Bahkan, sejumlah investor merugi Rp 200 triliun akibat penipuan kripto

Selama tahun 2021, investor kripto tertipu lebih dari US$14 miliar atau setara Rp 200,2 triliun (asumsi Rp 14.300/US$).

Penipuan ini terjadi berkat kepopuleran Desentralized Finance (Defi).

Laporan perusahaan analistik Blockchain, Chainalysis mengungkapkan para penipu berhasil mendapatkan US$14 miliar.

Disebutkan pula jika kerugian akibat kejahatan sektor kripto melonjak 79 persen dari tahun sebelumnya, akibat lonjakan pencurian dan penipuan, dikutip CNBC Internasional, Jumat (7/1/2021).

Tahun 2022 Awal Baik untuk Berinvestasi Kripto, Simak Strategi Investasi Bitcoin Cs di 2022

Pahami 4 Tips Sebelum Membeli Kripto di Tahun 2022, Waktu Tepat untuk Berinvestasi Uang Digital

Penipuan menjadi yang teratas dari kejahatan berbasis kripto tahun lalu.

Berikutnya ada aksi pencurian, sebagian besar melalui peretasan bisnis cryptocurrency.

"DeFi merupakan salah satu area paling menarik dari ekosistem kripto yang lebih luas, menghadirkan peluang besar untuk pengusaha dan pengguna cryptocurrency," kata Chainalysis dalam laporan tahunannya.

Namun perusahaan menyebutkan DeFi tak disadari punya potensi aktivitas kejahatan.

"Namun DeFi tak mungkin menyadari berpotensi jika desentralisasi yang sama membuatnya sangat dinamis juga memungkinkan penipuan dan pencurian meluas".

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved