Breaking News:

Bocah 8 Tahun Korban Kekerasan Seksual di Deliserdang, Ibu Korban Minta Usir Pelaku dari Kampung

Malang nasib bocah perempuan berusia 8 tahun yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tetangganya.

news law via tribunnews
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Malang nasib bocah perempuan berusia 8 tahun yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tetangganya.

Tak tanggung-tanggung, bocah malang berinisial A itu dimasukkan botol telon di bagian sensitifnya.

Kejadian itu mengakibatkan korban mengalami pendarahan selama 4 hari.

Ibu korban, J warga Deliserdang mengatakan bahwa kejadian yang dialami anaknya terjadi pada November 2021 lalu.

"Anak saya jadi korban kekerasan seksual yang dilakukan tetangga saya. Pelaku berusia 12 tahun. Memang saat ini saya sudah melaporkan ke polisi dengan bukti laporan
STTLP/B/502/XI/2021/SPKT/POLRESTA DELISERDANG/POLDA SUMUT. 23 November 2021 dan sudah beberapa kali melakukan mediasi," bebernya melalui sambungan seluler, Sabtu (8/1/2022).

Lanjutnya, dalam pertemuan yang sudah beberapa kali, namun belum menemui titik terang.

"Aksi pelaku ini tidak hanya anak saya korban. Ada beberapa anak lainnya. Dan beberapa waktu lalu, kami warga di sini menandatangani petisi agar pelaku dan keluarganya untuk tidak tinggal di sini lagi. Namun nyatanya keluarga pelaku kembali ke rumah. Memang pelaku sudah tidak di sini lagi," ucapnya.

Dalam kejadian ini, sambung J, ia meminta keadilan yang seadil-adilnya.

"Saya berharap adanya keadilan. Karena anak saya trauma hingga saat ini. Bahkan ke mana-mana pun takut dia. Untuk ke toilet saya ia jadi tidak berani dan meminta untuk ditemani," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bangun Purba, Raden Mewa yang dihubungi Tribun Medan mengatakan bahwa dalam kejadian ini, pihaknya sudah melakukan beberapa kali mediasi.

"Kita sudah melakukan mediasi, sudah memberi trauma healing untuk korban. Permasalahannya, kalau mengusir orang dari kampung itu. Bagaimana lah. Itu kan tidak mungkin. Makanya sudah beberapa kali difasilitasi untuk mediasi," pungkasnya.

(mft/www.tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved