Breaking News:

700 Petugas Gabungan TNI/Polri Turun untuk Menutup 4 Diskotek di Binjai, Ini Penyebabnya

Ada empat lokasi hiburan malam yang akan didatangi tim gabungan, yakni Diskotek Key Garden, Cafe Duku Indah, Cafe Champions, Star Fly.

Penulis: Satia | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ SATIA
Sebanyak 700 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol-PP diturunkan, guna menutup lokasi hiburan malam di Kota Binjai, di Lapangan Merdeka, Kota Binjai, Senin (10/1/2022). 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Sebanyak 700 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol-PP diturunkan guna menutup lokasi hiburan malam di Kota Binjai.

Seluruh personel gabungan ini dikumpulkan di Lapangan Merdeka, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Senin (10/1/2022).

Anggota DPRD Sumut Hendro Siswanto.
Anggota DPRD Sumut Hendro Siswanto. (TRIBUN MEDAN/SATIA)

Ada empat lokasi hiburan malam yang akan didatangi tim gabungan, yakni Diskotek Key Garden, Cafe Duku Indah, Cafe Champions, Star Fly.

"Kita turunkan 700 personel  yang akan melakukan peninjauan di tempat hiburan malam yang ada di Kota Binjai," kata Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumut Fitriyus.

Kegiatan ini dilakukan, sebagaimana menindaklanjuti hasil rapat Gubernur Sumatera Utara untuk melakukan penertiban tempat hiburan malam yang menganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Selain melakukan penertiban, pemerintah juga akan mendirikan posko di setiap titik pada lokasi hiburan malam itu.

Nantinya, posko ini akan memantau seluruh tempat hiburan malam, yang diduga kerap terjadi transaksi narkoba dan prostitusi.

Anggota DPRD Sumut Hendro Siswanto turut menyesalkan bukanya lokasi hiburan malam yang ada di Kota Binjai.

Dirinya menduga, tempat ini sering terjadi transaksi narkoba dan perdagangan manusia.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar dapat melakukan penutupan di sejumlah lokasi hiburan malam.

"Lokasi hiburan malam ini meresahkan dan diduga tidak memiliki izin atau ilegal. Diduga tempat ini juga sering dijadikan tempat peredaran obat-obatan terlarang," ucapnya.

Hendro juga mengatakan, adanya lokasi hiburan malam ini dapat merusak generasi muda penerus bangsa.

Dari laporannya, banyak remaja menghabiskan malam di tempat tersebut.

"Saya berharap, masyarakat dapat mendukung kegiatan ini. Pastinya, hal ini dapat merugikan masyarakat. Di mana, peredaran narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa," ucapnya.

(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved