Breaking News:

Megawati Sentil Kenaikan Harga Minyak Goreng, Sebut Nama Presiden Jokowi Secara Gamblang

Pak Jokowi, bayangkan. Saya kan sering lihat toh kemarin harga cabe sekian, harga minyak goreng sekian, harga bawang merah sekian. Aneh betul.

POOL/DOK. PDI-P
Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo (kiri ke kanan) bersama para kader PDI-P lainnya mengacungkan simbol metal dengan ketiga jarinya seusai pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT ke-49 PDIP, Senin (10/1/2022).

Dalam pidato yang disampaikan secara virtual itu, Megawati menyinggung sejumlah hal. Mulai dari menyebut adanya kelompok yang menjadi benalu hingga harapan eksistensi PDIP.

Dirangkum Tribunnews.com, berikut sejumlah poin pidato politik Megawati:

1. Singgung Kelompok yang Seperti Benalu

Dalam konteks penanganan Covid-19, Megawati menyinggung adanya kelompok yang ia ibaratkan menjadi benalu.

Awalnya, Megawati menyinggung perbedaan perjuangan di zaman dulu dengan sekarang.

Di zaman dulu, sebagaimana diungkapkan oleh Proklamator Soekarno, corak perjuangannya adalah membangunkan kesadaran rakyat Indonesia untuk merdeka.

"Perjuangan saat ini beda corak dan sifatnya. Bung Karno menegaskan bahwa perjuangannya lebih mudah karena melawan penjajah, sementara perjuangan kita menjadi lebih sulit karena berhadapan dengan bangsa sendiri," kata Megawati, sebagaimana diberitakan Tribunnews.com.

Megawati mengatakan apa yang disampaikan oleh Bung Karno tersebut, kini nampak relevansinya.

Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan susah payah bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19, masih saja tarik menarik kepentingan terjadi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved