Breaking News:

Nikmati Katupek Gulai Tunjang Khas Pariaman yang Terkenal di Kota Medan

Katupek Gulai Tunjang ini terdiri atas potongan ketupat, yang disiram dengan kuah gulai, sayur nangka, dan yang spesial adanya potongan kaki sapi.

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARA
Katupek Gulai Tunjang, makanan khas asal Pariaman, Sumatera Barat yang terkenal dengan kelezatannya, ternyata juga ada di Medan.       

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Sumatera Utara tak hanya dikenal dengan surganya wisata, namun juga dikenal dengan beraneka ragam kuliner.

Seperti makanan yang satu ini yakni, Katupek Gulai Tunjang khas, makanan khas asal Pariaman, Sumatera Barat yang terkenal dengan kelezatannya, ternyata juga ada di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Untuk menikmati makanan yang satu ini, warga Kota Medan tak perlu khawatir, lokasi warung ini terdat di Jalan Bromo/Jalan Ikhlas Kecamatan Medan Denai Kota Medan.

Baca juga: Abdel Blak-blakan Ungkap Masa Kelamnya, Pakai Sabu Sebelum Bawa Acara Dakwah Mama Dedeh

Kalau dilihat dari menunya, makanan terlihat mirip lontong ketupat sayur, namun dengan rasa lebih nendang, ditambah lagi adanya potongan daging kaki sapi yang membuat cita rasa makin lezat.

Pemilik warung, Leli Amris Chaniago mengatakan bahwa makanan Katupek Gulai Tunjang ini, sulit ditemui di Medan, di Padang saja yang ada hanya di Pariaman, ini makanan khas Pariaman.

Katupek Gulai Tunjang ini terdiri atas potongan ketupat, yang disiram dengan kuah gulai, sayur nangka, dan yang spesial adanya potongan kaki sapi.

"Kaki sapi ini disebut tunjang, makanya dibilang Katupek Gulai Tunjang, karena ada olahan daging kaki sapi yang masih melekat di tulangnya, direbus lama hingga lembut, bentuknya mirip tapi lebih besar, lebih kenyal kaki ini dan juga lembut," ungkap Amris, Minggu (9/1/2022).

Lanjut wanita berhijab ini, selama tiga tahun berjualan peminat Katupek Gulai Tunjang ini, banyak peminat menu ini. 

"Bukan hanya dari Medan, tamu yang datang bahkan hingga dari luar kota. Ada yang dari Tanjung Morawa, datang kemari, memang mau nikmati ini. Kalau orang Medan ada yang bilang ketupat kikil, tapi sebenarnya ini bukan kikil," ujar Amris.

Baca juga: PUTRINYA Jadi Korban Pencabulan Tetangga Sampai Pendarahan, Ini Permintaan Orangtua Korban

Untuk dapat menikmati makanan ini, warung milik Amris ini buka setiap hari dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB.

"Dulu saat PPKM sampai jam sembilan malam saja, ini sekarang sudah sampai jam satu pagi," ungkapnya.

Sementara, salah orang warga yang bersantap Katupek Gulai Tunjang di warung tersebut mengatakan rasa makanan ini sangat lezat.

"Tekstur ketupatnya ini lembut, kuah gulainya gurih, kremes kremes kerupuk merah, tambah lagi kaki sapinya, rasanya lemak kali. Untuk harga juga pas di kantong, seporsinya sekitar 14 ribu rupiah, pokoknya mantap disantap saat sore dan malam hari," jelas Iwan.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved