Breaking News:

Orangtua Korban Pencabulan di Siantar Minta Terdakwa Dihukum Berat

ER mengaku sangat khawatir dengan ketakutan yang masih menyelimuti putri sulungnya.

ILUSTRASI tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - ER selaku orangtua dari korban pencabulan anak oleh Rudi Asima Simatupang (51) di Kota Pematangsiantar meminta jaksa penuntut umum menghukum berat pelaku yang mencabuli putri sulungnya. Sepengetahuannya, pelaku bukan sekali saja melakukan perbuatan tak senonoh terhadap anak di bawah umur.

Kepada Tribun Medan, Senin (10/12/2021) ER yang tampak masih diselimuti kekesalan mengaku sangat khawatir dengan ketakutan yang masih menyelimuti putri sulungnya. Ia juga menyayangkan komunikasi dengan Jaksa Penuntut Umum Lynce Jernih Margaretha tak memberikan penjelasan.

“Saya sampai hari ini tidak bisa berkomunikasi dengan jaksa. Jadi kepada siapa saya bertanya? WA saya tidak dibalas sama jaksa (Penuntut Umum). Nggak akan terima saya kalau nanti dituntut ringan,” ujar ER.

“Saya tahu track record dia (pelaku). Anak saya bukan yang pertama menjadi korban. Ini sudah ada korban-korban lainnya. Apa nggak takut aku dia balik lagi,” katanya.

ER khawatir. dengan proses acara sidang tertutup, sangat memberi peluang agar terdakwa tidak dihukum maksimal. “Bisa saja prematur. Kata jaksa sudah cukup. Terus cukup bagaimana? Saya nggak berprasangka buruk tapi kalau saya didiamkan ya ini bagaimana? Serius nggak sih,” kata ER.

ER mengatakan, ia pernah membawa orang tua dari korban pencabulan lainnya ke Polres Pematangsiantar untuk membuktikan bahwa pelaku juga menyakiti anak-anak yang lain. Namun sayangnya laporan tersebut tak ditangani oleh penyidik Polres Pematangsiantar hingga saat ini.

“Sudah saya bawa orangtua korban yang lain. Katanya tidak dalam kasus yang sama. Harus di-BAP sendiri. Tapi tidak dilakukan polisi juga. Itu bulan November 2021. Saya nggak ngerti ya,” katanya.

Seiring berjalannya persidangan, ia pun meminta baik jaksa dan majelis hakim memberi hukuman seberat-beratnya.

Baca juga: Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, 8 Pegawai KPI Pusat Tak Dapat Perpanjangan Kontrak

Diketahui, Rudi Hasima Simatupang merupakan tetangganya yang sehari-hari membuka warung. Adapun aksi pelecehan seksual sendiri terjadi saat putrinya berbelanja ke warung Rudi.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Pematangsiantar Rendra Pardede meyakinkan bahwa perkara ini akan ditangani secara proporsional. Terdakwa Rudi Hasima Simatupang sudah diancam dengan Pasal 82 UU Perlindungan Anak. “Sidang berjalan dengan agenda pemeriksaan saksi. Terdakwa diancam dengan Pasal 82 UU Perlindungan Anak. Soal komunikasi, mungkin jaksanya kelupaan membalas,” kata Rendra.

Rendra juga menyarankan, untuk kebutuhan perkara bisa ditanyakan ke dirinya atau jaksa yang menangani. “Dijamin profesional dalam penanganannya,” kata Rendra.(alj/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved