Breaking News:

Penjualan Mobil Daihatsu Naik Jadi 3.400 Unit Per Bulan pada Tahun Lalu

Disebutkan Tony, untuk harga penyesuaian ini akan memiliki kenaikan harga sebesar Rp 20 juta-Rp 25 juta per unit dengan tipe tertentu.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
SPG saat menunjukkan mobil keluaran terbaru Daihatsu All New Xenia di Atrium Plaza Medan Fair, Senin (15/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) telah berakhir pada pada 31 Desember 2021 lalu. Terkait hal ini, rata-rata pihak Agen Pemegang Merek (APM) sudah melakukan penyesuaian harga pasca insentif PPnBM untuk produksi tahun 2022.

"Untuk harga mobil 2022 hari ini (kemarin) kita rilis. Tapi kalau harga 2021 yang diproduksi tahun lalu tapi kita jual tahun ini sudah ada. Kita sudah ada penyesuaian harga untuk non-PPnBM," ungkap Kepala Cabang Astra Daihatsu SM Raja, Tony Andreas Tirto, Senin (10/1).

Disebutkan Tony, untuk harga penyesuaian ini akan memiliki kenaikan harga sebesar Rp 20 juta-Rp 25 juta per unit dengan tipe tertentu.

Sepanjang tahun 2021, penjualan mobil di Daihatsu wilayah Sumatera Utara secara rata-rata sebanyak 3.400 unit per bulan, naik dibanding tahun 2020 lalu sebanyak 2.400 unit per bulan.

Baca juga: Daftar Kendaraan Berpotensi Jadi Mobil Rakyat Bisa Bebas PPnBM, Ada Xpander hingga Daihatsu Xenia

"Kalau untuk tahun 2022, harapannya kita harap penjualan bisa kembali normal sebanyak 3.600 unit per bulan," ujarnya.

Memasuki tahun 2022, Tony cukup optimistis penjualan akan semakin tinggi dan ia juga berharap agar pemerintah dapat tetap memberikan stimulus terhadap dunia otomotif agar dapat mendongkrak penjualan.

"Untuk tahun 2022 kami tetap optimis, bisa dibilang ini masa transisi ke arah kenormalan baru. Walau pun memang relaksasi PPnBM selesai di tahun 2021. Kami sangat berharap agar pemerintah juga tetap memberikan relaksasi terhadap dunia otomotif. Walau pun saat ini sudah mulai kembali ke kondisi normal, tetap saja dengan adanya relaksasi pasti akan menambah daya beli masyarakat," kata Tony.

Diakui Tony, pada tahun 2022 ini, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh Daihatsu, diantaranya penyesuaian harga pasca PPnBM ketersediaan produksi mobil.

"Pastinya ada transisi harga yang naiknya cukup lumayan nih, nah itu ada kita ada masa transisi untuk edukasi customer. Kemudian juga ada ketersediaan industri ya karena tahun lalu produk Daihatsu sangat diminati seperti Terios maupun Grandmax Pick Up yang jadi primadona sehingga kami mengalami stok terbatas. Kami berharap tahun ini dapat memenuhi itu," kata Tony.

Disebutkan Tony, sejauh ini pembelian dengan sistem kredit masih menguasai sebesar 75 persen.

Tentunya, walau pun PPnBM sudah berakhir, Daihatsu akan berkolaborasi dengan perusahaan pembiayaan dengan memberikan promo menarik untuk menggaet customer.

"Kami akan berkolaborasi dengan perusahaan pembiayaan terutama dari Astra Group sendiri karena memang segmen kredit di angka 75 persen. Kami akan berkolaborasi untuk menghasilkan paket penjualan yang menarik, diantaranya memberikan paket DP yang terjangkau. Kemudian setiap bulan kami akan tetap melangsung promo-promo yang diadakan untuk menarik customer seperti gratis administrasi untuk mereka," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved