Breaking News:

Harga Daging Ayam Kian Meroket, Pelaku Usaha Ayam Penyet di Kota Medan Keluhkan Hal Ini

Ia menyampaikan buntut dari kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok bagi bisnis kulinernya berikan dampak terpuruk. 

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
PEDAGANG daging ayam di Pasar Sikambing sedang memotong daging ayam pesanan pelanggan, Senin (28/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kenaikan sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Medan tentunya memberikan dampak bagi masyarakat dan beberapa sektor usaha. 

Sektor bisnis kuliner yang berbahan baku ayam dengan ciri khas rasa yang pedas tentunya turut mengalami kepurukan akibat naiknya harga ayam dan cabai rawit di pasar tradisional. 

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Sopir Sok Jago Kejar Mobil Wuling Pakai Besi di Medan, Ternyata Kabur

Seperti disampaikan oleh Nurhayati pemilik ayam penyet di sekitar kampus Univesitas Sumatera Utara tepatnya berada di Jalan Pembangunan USU, Kota Medan

Ia menyampaikan buntut dari kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok bagi bisnis kulinernya berikan dampak terpuruk. 

"Naiknya harga ayam dan cabai ini sangat terasa sekali dampaknya bagi bisnis ayam penyet saya, dimana untuk membuat ayam penyet itu harus ada ayam, cabai rawit, minyak goreng dan lainnya, nah ketiga bahan pokok itu lagi naik-naiknya, " tuturnya kepada Tribun Medan, Selasa (11/1/2022). 

Seperti diberitakan sebelumnya, harga ayam potong cukup meningkat sejak beberapa waktu lalu. 

Adapun saat ini, harga ayam potong mencapai Rp 40 ribu per kg nya di beberapa pasar tradisional Kota Medan

Begitu juga dengan harga cabai rawit yang masih bertahan mahal dikisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribuan per kg.

Oleh karena itu, untuk mensiasati harga ayam penyet yang dijual oleh Nurhayati, Ia pun mengurangi porsi atau mengecilkan ayam penyetnya serta mengurangi takaran sambal yang diberikan. 

Baca juga: Guru SMP Negeri 28 Medan Kerap Hina Siswa Miskin dan Sebut Bodoh, Wakil Ketua DPRD Turun Tangan

Nur juga menyampaikan, biasanya Ia mampu menghabiskan 10 sampai 15 kg ayam per harinya, namun semenjak harga ayam naik, Ia pun hanya mampu menyediakan 7 kg per harinya untuk dijual dengan ukuran ayam yang lebih kecil. 

"Sebenarnya takut juga terlebih yang dominan beli kan mahasiswa, saya takut mereka kecewa dan cari tempat lainnya, tapi ya begitulah resiko bisnis saya juga jadinya cari cara lain untuk menambah porsi ayam penyetnya, " tutupnya. 

Nur yang juga sebagai pedagang kuliner ayam penyet berharap harga ini bisa kembali normal nantinya.

(cr9/Tribun-Medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved