Breaking News:

Harga Gabah Kering

Harga Gabah Kering di Sumut Anjlok, Penjualan Terbanyak Berasal dari Simalungun

Harga gabah kering di Sumatra Utara saat ini tengah anjlok. Berikut ini penjelasan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut melakukan survei harga produsen gabah di Sumatera Utara dan tercatat 85 observasi transaksi penjualan gabah di 13 kabupaten.

Dari 85 observasi tersebut, 41 observasi (48,24 %) terpilih dengan komposisi terbanyak yang didominasi oleh gabah kering panen (GKP), diikuti oleh Gabah Kualitas Rendah sebanyak 32 observasi (37,65 %), dan Gabah Kualitas GKG sebanyak 12 observasi (14,12 %). 

Adapun penjualan gabah terbanyak di Sumut berasal dari Kabupaten Simalungun sebanyak 25 observasi (29,42 %), disusul Kabupaten Mandailing Natal dan Deli Serdang masing-masing sebanyak 10 Observasi (11,76 %), dan Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 8 Observasi (9,41 %).

Baca juga: UNIK ! Begini Cara Brigadir Miswandi Agar Warga Mau Ikut Vaksinasi, Rela Jaga Jemuran Gabah

Rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani mengalami penurunan sebesar 2,39 persen dari Rp. 5.515 per kg pada November 2021 menjadi Rp. 5.383 per kg pada Desember 2021. 

Adapun pada tingkat petani, harga tertinggi senilai Rp6.050 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Serdang Bedagai. 

Sedangkan harga terendah senilai Rp. 4.200 per kg berasal dari Gabah Kualitas Rendah varietas Ciherang di kabupaten Simalungun dan GKP varietas IR 32, IR 64, dan Inpari di Kabupaten Simalungun.

Baca juga: DAYA Beli Petani di Sumut Meningkat, Gabah Asal Batubara Dijual Seharga Rp 5700

Jika dilihat dari tingkat penggilingan pada Desember 2021, harga tertinggi senilai Rp6.150 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Serdang Bedagai.

Koordinator Fungsi Distribusi BPS Sumut Dinar Butar-Butar menuturkan bahwa harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan mengalami penurunan.

"Untuk Gabah Kering Giling (GKG) ada turun sebesar Rp5.453 per kg padahal sebelumnya di bulan November turun sebesar Rp5.603 per kg," ungkap Dinar, Selasa (11/1/2022).

Sementara itu, kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) juga turut mengalami penurunan sebesar 0,74 persen dari bulan November 2021 yaitu dari Rp. 4.770 per kg menjadi Rp. 4.735 per kg pada Desember 2021.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved