Breaking News:

Dugaan Illegal Logging

Kasus Dugaan Ilegal Loging yang Disinyalir Menjadi Penyebab Banjir di Palas Mulai Diselidiki

Pemkab Padang Lawas mulai menyelidiki kasus dugaan illegal logging yang disinyalir menjadi pemicu banjir bandang

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
HO
Tim yang terdiri dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan Sumut, Koramil, bersama warga akan meninjau beberapa titik di kawasan hulu sungai Batang Bulu Sutam guna mengetahui penyebab banjir di Palas, Selasa (11/1/2022) / HO 

TRIBUN-MEDAN.COM,PALAS- Pemkab Kabupaten Padang Lawas (Palas) mulai menginvestigasi adanya dugaan illegal logging yang disinyalir menjadi pemicu banjir bandang belum lama ini.

Untuk itu, Pemkab Palas membentuk tim yang terdiri dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan Sumut, Koramil dan warga.

"Sekarang ini ada tim yang akan berangkat untuk meninjau kondisi di hulu sungai Padang Lawas. Mereka berangkat hari ini dengan dihadiri Kepala BPBD Palas, Kadis Lingkungan Hidup Palas, Kabid Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, Koramil dan warga" ujar Kepala BPBD Palas, Amid Jadi Nasution kepada Tribun-Medan.com, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: PENGUNGSI Banjir Bandang Padang Lawas Keluhkan Berbagai Penyakit Muncul selepas Musibah

Nantinya, sambung Amid, tim investigasi akan bergerak menuju dua lokasi, di hulu sungai Batang Sutam dan hulu sungai Sosa selama empat hari kedepan. 

Peninjauan lapangan itu dilakukan setelah adanya indikasi pembukaan lahan dan penerbangan pohon yang massif di kawasan hutan Padang Lawas

Diketahui, banjir bandang yang terjadi di Palas pada 31 Desember lalu menyebabkan 431 rumah, sekolah dan satu pesantren rusak. 

Selain itu, ada 456 warga dari 625 kepala keluarga terdampak banjir. 

Memasuki hari ke 12, ribuan warga yang rumahnya rusak akibat banjir juga masih mengungsi di posko pengungsian. 

Baca juga: MALAM-malam Menteri Sosial Risma Jumpai Korban Banjir Bandang Padang Lawas, Minta Hal Ini

"Saat ini warga yang rumahnya rusak masih di posko pengungsian yang disediakan dinsos. Ada 8 posko di Kecamatan Sutam. Sampai saat ini kita juga masih melakukan pembersihan material banjir," kata Amid. 

Banyaknya gelondongan kayu yang terbawa banjir sangat menyulitkan pemulihan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved