Breaking News:

Nelayan Hilang

Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Sentang Dihentikan, Satu Lagi Masih Raib

Petugas gabungan menghentikan pencarian terhadap seorang lagi nelayan yang hilang di Pantai Taluk Sentang, Kabupaten Sergai

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Mertua dan ayah memegang foto kedua nelayan yang hilang di perairan laut Serdangbedagai, Sumatera Utara. Mardan (foto kiri) dan Haposan (foto kanan), Kamis (6/1/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI -  Petugas gabungan menghentikan pencarian terhadap satu dari dua nelayan yang hilang di perairan Lk 2.5 Mil Timur dari Pantai Taluk Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai

Adapun identitas nelayan yang belum ditemukan yakni Haposan (16) warga Tanjungbalai.

Sementara nelayan yang sudah ditemukan adalah Mardan Sianipar (30) warga Dusun I, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai

Mardan ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa dan kodisi tubuh yang sudah membengkak. 

Baca juga: Seharga Jeep Wrangler, Ikan Tangkapan Nelayan Ini yang Termahal di Pelelangan Perdana 2022!

Jasad Mardan ditemukan oleh KRI Parang milik TNI Angkatan Laut pada, Jumat (7/1/2022) sekira pukul 16.00 WIB, terapung di perairan Kuala Tanjung, Batubara, sekitar tujuh mil dari dermaga Inalum.

Kasatpolair Polres Sergai, Iptu Syahrizal mengatakan, meski pencarian satu nelayan yang belum ditemukan sudah dihentikan, tapi Satpolair tetap melakukan pemantauan. 

"Pencarian nelayan yang belum ditemukan sudah dihentikan. Kita memang pencarian sudah tidak lagi, tapi kita tetap melakukan pemantauan dan mencari informasi terus," ujar Syahrizal, Senin (11/1/2022). 

Baca juga: Akhirnya Ditemukan Satu dari Dua Nelayan yang Hilang di Sergai, Identitasnya Bernama Mardan Sianipar

Adapun alasan penghentian proses pencarian, karena pihaknya bersama Basarnas sudah mencari selama satu minggu, tapi tidak membuahkan hasil.

"Kalau perkiraan dimana posisi jasad, kita tidak tahu. Cuma kemarin abangnya (Mardan) ditemukan kalau dari lokasi kita sudah berjarak 30 mil. Jadi si adiknya (Haposan) ini karena sudah berapa hari di laut, ada kemungkinan sudah tenggelam," ujar Syahrizal. 

"Susai waktu seperti tim Basarnas juga, jika sudah seminggu lebih sudah dihentikan. Tetapi kita dari Satpolair Sergai tetap memonitor mana tau ada juga nelayan di situ yang menemukan," sambungnya. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved