Breaking News:

EVALUASI Pengelolaan E-parking di Medan, Kadishub Klaim Peningkatan PAD Hingga 155 Persen

Peningkatan PAD tercatat tiga kali lipat sampai 155 persen. Kita membuka lelang terbuka ini di mana perusahaan mana saja bisa ikut berpartisipasi

Tribun Medan/Rechtin
Dinas Perhubungan Kota Medan membuka lelang pengelolaan parkir elektronik (E-parking) untuk 65 titik di 15 kawasan Kota Medan. 

Evaluasi Pengelolaan E-parking di Medan, Kadishub Klaim Peningkatan PAD Hingga 155 Persen

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Uji coba pengelolaan parkir elektronik (e-parking) di Medan telah usai. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Medan membuka kembali lelang pengelolaan e-parking di 65 titik di Kota Medan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis mengatakan usai pelaksanaan uji coba selama tiga bulan, terdapat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak tiga kali lipat.

"Peningkatan PAD tercatat tiga kali lipat sampai 155 persen. Maka dari itu kita membuka lelang terbuka ini di mana perusahaan mana saja bisa ikut berpartisipasi," ujar Iswar, Rabu (12/1/2022).

Iswar mengatakan, dari hasil evaluasi yang dilakukan memang terdapat beberapa hal yang masih harus diperbaiki seperti pelayanan dan oknum juru parkir yang tidak memiliki identitas.

"Memang masih banyak yang harus diperbaiki, dari segi pelayanan, alat dan juru parkir itu yang akan kita perbaiki lagi ke depan," ucapnya.

Adapun beberapa kawasan yang memiliki potensi untuk diberlakukan di kawasan Merak Jingga, Kawasan Centre Point, Kawasan Sambas, Kawasan Pajak Ikan Lama, Kawasan Pringgan, Kawasan Petisah, Kawasan Sekip, Jalan Guru Patimpus, Jalan Porsea, Jalan Bandung, Jalan Zainul Arifin, Jalan Jawa, Jalan Irian Barat, Jalan Pemuda, Jalan Setia Budi, Jalan Cirebon dan Kawasan Pasar Baru.

Kepala Bidang Parkir Dishub Medan, Kesmedi mengatakan di masing-masing ruas jalan yang akan diberlakukan e-parking memiliki jenis kelas jalan yang disesuaikan dengan tarif parkir.

"Total seluruhnya ada 65 titik kita bagi jadi 15 paket. Masing-masing itu ada kelas jalannya disesuaikan dengan tarifnya," ucapnya.

Adapun sistem pengelolaan yang dilakukan adalah sistem bagi hasil dengan ketentuan 60 persen untuk Pemko Medan dan 40 Persen untuk pihak swasta.

"Itu untuk jalan kelas I, sementara kalau untuk jalan kelas II pembagiannya 65 persen untuk Pemko dan 35 persen untuk pihak swasta," ungkapnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved