Breaking News:

Angkutan Massal di Sumut

Februari 2022, Pembangunan Koridor BRT di Mebidang Dimulai

Edy Rahmayadi dan Dirjen Perhubungan Darat menandatangani MoU kesepakatan soal angkutan massal di Sumatera Utara

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
IST
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi (tengah) dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (dua kiri) menunjukkan nota penandatanganan pengembangan dan pembangunan BRT di kawasan Mebidang dengan disaksikan Wali Kota Medan Bobby Nasution (kiri), Wali Kota Binjai Amir Hamzah (dua kanan) serta Wakil Bupati Deliserdang, Ali Yusuf Siregar, Rabu (12/1/2022).(istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi bersama Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menandatangani nota kesepakatan bersama terkait pengembangan angkutan massal Bus Rapit Transit (BRT).

Kegiatan penandatanganan itu dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan pada Rabu (12/1/2022) dan turut disaksikan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, Wali Kota Binjai Amir Hamzah serta Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, pembangunan dan pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau BRT di kawasan perkotaan Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) akan dimulai pada Februari tahun ini dan rencananya sudah dapat beroperasi pada tahun 2023.

Baca juga: Kementerian Perhubungan Kembangkan Angkutan Massal di Medan

"Yang utama kami minta adalah manajemen parkir yang harus ditertibkan. Kemudian penataan lingkungan dan bahu jalan yang dapat digunakan bagi pejalan kaki dan jalur sepeda," kata Budi, Rabu.

Sambung Budi, pengerjaannya didahului dengan pembangunan konstruksi depot di Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris.

Nantinya, setiap koridor BRT terproteksi dan jalur yang akan dibangun sepanjang 21 kilometer, dari Terminal Pinang Baris ke Terminal Amplas.

Serta akan terdapat 33 stasiun BRT disepanjang koridor yang terproteksi tersebut, dengan jarak rata-rata antarstasiun sekitar 600 meter.

Bank Dunia dan Agence Francaise de Develompment (AFD) akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun untuk pengembangan dan pembangunan BRT di kawasan Mebidang, Sumut.

Baca juga: Pjs Wali Kota Medan Berharap Kehadiran Angkutan Massal Perkotaan Dapat Atasi Kemacetan

Budi pun meminta pemerintah daerah untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar dapat menggunakan transportasi massal guna mengurai kemacetan.

"Kalau kita lihat data kecelakaan, di Medan ini cukup tinggi yang dilihat dari klaim jasa asuransi bagi kecelakaan di Kota Medan," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved