Breaking News:

Erick Thohir Sasar Pariwisata, Sebut Potensinya Sangat Besar Tapi Kurang Terintegrasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung bisa mengoptimalkan potensi pariwisata

Editor: Abdi Tumanggor
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
Pemimpin Redaksi Tribun Medan Iin Solihin mewawancarai Menteri BUMN Erick Thohir di Rumah Dinas Rektor USU, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung bisa mengoptimalkan potensi pariwisata domestik yang kurang terintegrasi.

Lewat holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, kegiatan dari hulu hingga hilir di sektor pariwisata akan terhubung dengan baik.

"Holding ini untuk mendukung bagaimana kesempatan kita membangun dan menciptakan pariwisata domestik yang potensinya selama ini masih sangat besar, tetapi kurang terintergrasi," kata Erick dalam acara peresmian Injourney atau Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang ditayangkan secara virtual pada, Kamis (13/1/2022), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Erick Thohir mengatakan, pembentukan holding tersebut untuk mengoptimalkan potensi sektor pariwisata Indonesia yang besar. Terlebih total aset yang dimiliki Injourney dengan pembentukan holding ini mencapai Rp 260 triliun.

"Ini yang saya rasa kesempatan kita bagaimana berfokus membangkitkan pariwisata lokal, tetapi tetap menjaga wisata mancanegaranya," ungkap Erick dalam acara peresmian yang ditayangkan secara virtual.

Ia menjelaskan, potensi besar yang dimiliki sektor pariwisata Indonesia tercermin dari kunjungan wisatawan lokal yang mencapai 330 juta, meski di masa pandemi turun 30 persen. Sementara kunjungan wisatawan mancanegara hanya 16 juta dan turun 75 persen selama pandemi.

"Jadi jika kita bandingkan turis luar negeri dalam segi angka, tentu itu hanya kurang lebih 1,5 persen daripada jumlah turis domestik," imbuh dia.

Menurutnya, mulai dari bandara, hotel, kawasan wisata, retail souvenir, hingga perbankan ke depannya akan saling terintegrasi.

Dengan demikian, ekosistem rencana perjalanan bisa terbentuk dengan baik seiring dikembangkannya infrastruktur fisik maupun software.

"Kalau bicara ekosistem yang namanya Injourney ini, mega ekosistem. Karena dia ini bisa bergabung dengan ekosistem-ekosistem lain di BUMN, seperti perbankan. Maka inilah kesempatan untuk kita bisa memperbaiki sektor parisiwata," ungkap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Injourney atau Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung pada Kamis (13/1/2022).

Holding di sektor pariwisata ini sebelumnya telah terbentuk pada Oktober 2021.

Sebagai informasi, Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung dipimpin oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Anggotanya terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

(*/Tribunmedan/ Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved