Breaking News:

News Video

Jelang Vaksinasi Booster, Dinkes Karo Masih Melakukan Tahapan Sosialisasi dan Fokus Dosis Kedua

Pemerintah sudah memberikan izin untuk penyaluran vaksinasi dosis ketiga, atau booster bagi masyarakat

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Risky Cahyadi

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pemerintah sudah memberikan izin untuk penyaluran vaksinasi dosis ketiga, atau booster bagi masyarakat.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang mendapatkan booster, ialah sudah enam bulan setelah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Diketahui, daerah yang sudah bisa melakukan vaksinasi booster bagi masyarakat ialah yang sudah memenuhi target 70 persen bagi masyarakat umum, dan 60 persen bagi Lansia.
Salah satu daerah di Sumatera Utara yang sudah bisa melakukan vaksinasi booster, ialah Kabupaten Karo.

Ketika ditanya perihal vaksinasi dosis ketiga ini, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo Arie O Lopiga, menjelaskan jika pihaknya belum melakukan hal tersebut.

Dijelaskan Arie, saat ini memang sudah bisa melakukan vaksinasi lanjutan, namun masih perlu beberapa persiapan.

"Kemarin kita sudah mendapatkan sosialisasi dari pusat dan provinsi. Untuk pelaksanaan belum kita lakukan, saat ini juga kita masih melakukan tahapan sosialisasi," ujar Arie, saat ditemui di Kantor Dinkes Kabupaten Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Rabu (12/1/2022).

Dikatakan Arie, untuk vaksinasi tahap ketiga ini memang ditujukan bagi daerah yang sudah memenuhi kriteria capaian vaksinasi 70 persen. Sementara untuk di Kabupaten Karo, hingga saat ini capaian vaksinasi secara umum sudah mencapai 90,62 persen untuk dosis pertama, dan 69,98 persen untuk dosis kedua.

"Yang berhak mendapatkan vaksinasi booster ini, orang yang sudah lebih enam bulan mendapatkan vaksin dosis lengkap. Dan sampai sekarang, booster ini untuk usia 18 tahun ke atas," katanya.

Arie menjelaskan, hingga saat ini pihaknya juga masih belum dapat menentukan kapan pelaksana booster dilaksanakan. Pasalnya, mereka sekarang masih fokus pada penyelesaian vaksinasi tahap kedua hingga vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 tahun.

"Nanti setelah selesai sosialisasi dan vaksinasi bagi anak, kalau nanti ada vaksin khusus booster, akan kita laksanakan. Karena sekarang stok vaksin yang ada untuk dosis satu, dua, dan anak dulu, jadi ini yang kita selesaikan terlebih dahulu," ungkapnya.

Informasi yang didapat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat bagi lima jenis vaksin untuk booster. Adapun kelima jenis vaksin ini, ialah coronavac PT Biofarma, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Zifivax.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved