Breaking News:

News Video

JP Terpidana Korupsi Ditangkap saat Cuci Mobil

JP diamankan perkara korupsi pengadaan sarana air minum di Sibisa (DAK) Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir Tahun Anggaran 2007

JP Terpidana Korupsi Ditangkap saat Cuci Mobil

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2018, Juara Pangaribuan (JP) terpidana korupsi sarana air minum Sibisa, berhasil diamankan di rumahnya Ujung Tanjung Morawa, Deli Serdang, Kamis (13/1/2022).

Tim tangkap buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengamankan Direktur PT Karya Bukit Nusantara itu saat tengah mencuci mobil.

"JP diamankan perkara korupsi pengadaan sarana air minum di Sibisa (DAK) Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir Tahun Anggaran 2007," kata Asintel Dr Dwi Setyo Budi Utomo didampingi Kasi Penkum Yos A Tarigan.

Ia membeberkan, bahwa Juara ditetapkan DPO kasus korupsi sejak 31 Juli 2018 lalu dan selama pelariannya terpidana berada di Medan dan Tanjung Morawa.

Tidak hanya itu JP ternyata membuka usaha doorsmer di rumahnya yakni Corez Flower & Doorsmer Gang Madirsan.

"Saat kita amankan, terpidana tidak melakukan perlawanan dan langsung kita bawa ke Kejati Sumut untuk selanjutnya kita serahkan ke Cabjari Toba Samosir di Porsea," kata Asintel.

Dijelaskan Dwi, berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1540 K/Pid.Sus/2015 tanggal 24 Maret 2016, majelis hakim bahkan  menaikkan tuntutan jaksa menjadi 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka akan diganti dengan kurungan badan selama 6 bulan.  

"Sebelumnya, jaksa menuntut terpidana 4 tahun penjara dan divonis hakim Pengadilan Tipikor Medan 1,6 tahun," paparnya.

Mantan Kajari Medan ini menegaskan, bahwa pada saat pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Sarana Air Minum di Sibisa (DAK) Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir senilai Rp. 1.870.000.000, ternyata terpidana Juara menyerahkan (men-sub-kontrak) seluruh pekerjaan kepada TS (DPO).

"Dalam perkara korupsi ini, ada 5 yang ditetapkan tersangka, DRS, GN dan AM sudah menjalani hukuman. JP berhasil diamankan Tim Tabur Intelijen Kejati Sumut dan TS yang saat ini masih DPO diharapkan segera menyerahkan diri untuk menjalani putusan MA," cetusnya.

Lima tersangka ini, lanjut Dwi Setyo  dituntut dengan Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana. 

"Perbuatan melawan hukumnya adalah pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai waktu, dan volume pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak. Kerugian keuangan Negara berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan Negara (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara sebesar Rp. 519.584.436,41 dan telah dibayarkan ke kas negara. Terpidana selanjutnya diserahkan ke Cabjari Tobasa di Porsea untuk menjalani putusan MA," pungakasnya. 

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved