Breaking News:

Penipuan Modus Masukkan PNS

Kasus Penipuan Modus Masukkan PNS tak Jelas, Kanit di Polda Sumut Dilapor ke Propam Mabes Polri

Kasus penipuan modus masukkan PNS tak jelas ditangani Polda Sumut. Korban melaporkan Kanit dan penyidik ke Propam Mabes Polri

HO
Korban didampingi kuasa hukum saat dimintai keterangan terkait melaporkan penyidik dan Kanit di Ditkrimum Polda Sumut, Kamis (13/1/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Oknum Kanit dan penyidik yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Sumut dilaporkan ke Propam Mabes Polri.

Pasalnya, oknum Kanit dan penyidik dianggap tidak profesional dalam menangani perkara kasus penipuan modus masukkan PNS dengan korbannya Noor Irwanto Suryawan.

Menurut kuasa hukum korban, Paul Tambunan, kliennya mengalami kerugian Rp 150 juta.

Pada 12 November 2021 lalu, mereka sudah dimintai keterangannya di Propam Polda Sumut.

Sayangnya, penanganan kasus ini tidak berjalan secara transparan. 

Baca juga: WAJAH Tiga Pelaku Penipuan Jual Beli Mobil, Korban Sudah Kirim Uang Ratusan Juta, Ini Kronologinya

"Harapan kita penyidik dapat lebih profesional lah dalam menindaklanjuti hukum. Ini kan murni penipuan dan penggelapan, kenapa dijadikan tindak pidana korupsi. Dan satu lagi, penangguhan tersangka itu juga tidak jelas. Kami bertanya ke Kanit, tapi semua buang badan. Kan aneh," sebutnya.

Adapun tersangka dalam kasus ini tak lain merupakan oknum ASN di RSUP Adam Malik Medan.

"Kami heran, penyidik sudah dua kali mengirimkan berkas ke Kejaksaan Tinggi Sumut pada tanggal 13 September 2021 dan diterima pada 15 September 2021.

Namun dikembalikan atau P-19 pada 24 September 2021 kepada penyidik Dit Reskrimum Polda Sumut.

Baca juga: Apa Kabar Olivia Nathania? Dua Bulan Ditahan Begini Kelanjutan Kasus Penipuan CPNS Anak Nia Daniaty

Kenapa jaksa menganggap kasus ini ranahnya telah melanggar undang-undang tindak pidana korupsi.

Tapi saat penuntutan, malah menggunakan pasal pidana umum," kata Paul.

Belakangan, kliennya justru malah diancam dan ditakuti bisa dikenakan sanksi pidana juga, karena memberikan uang.

Dia berharap kasus ini bisa dituntaskan sebagaimana mestinya.(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved