Breaking News:

KRONOLOGI Jatuhnya Mobil Wuling ke Jurang di Kawasan Simarsasar Samosir, Pengemudi Akui Mengantuk

Mobil wuling tersebut dikemudikan oleh Agus Sutopo datang dari arah Medan menuju Samosir. Namun di tengah jalan mobil kehilangan kendali.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Suasana usai terguling mobil wuling di kawasan Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Toba pada Rabu (12/1/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR – Terkait jatuhnya sebuah mobil pada jurang yang berada di kawasan Simarsasar, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, pihak kepolisian menyampaikan penyebabnya adalah sopir mengantuk dalam perjalanan.

Pascajatuhnya mobil wuling tersebut, sopir yang bernama Agus Sutopo (63), warga Jalan C Karya, Lingkungan III, RT Sarirejo, Kota Medan diperiksa pihak kepolisian.

Awalnya, dia masih trauma atas kejadian tersebut.

“Hasil introgasi singkat bahwa faktor penyebab kecelakaan dikarenakan Supir Mengantuk pada saat berkendaraan dikarenakan berangkat dari medan sekitar pukul 23.00 WIB,” Kasat Lantas Polres Samosir AKP Yuswanto saat dikonfirmasi Tribun Medan, Kamis (13/1/2022).

Selanjutnya, ia menjelaskan soal kerugian akibat kejadian tersebut.

“Meninggal dunia nihil, luka berat nihil, luka ringan nihil. Kerugian materi sebesar Rp 40 juta. Mobil Wuling warna putih No.Pol: BK 1933 IKE yang terjun ke jurang,” sambungnya.

“Kejadian yang berada di Jalan Umum Pangururan, Tele, tepatnya di Simarsasar Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Diduga pada hari Rabu (12/`1/ 2022) sekira pukul 03.00,” sambungnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan kronologi kejadian.

Mobil wuling tersebut dikemudikan oleh Agus Sutopo datang dari arah Medan menuju Samosir.

Namun, di Jalan Pangururan – Tele, tepatnya di Simarsasar, Kecamatan Pangururan, Kabupaten mobil yang dikemudikan hilang kendali yang diduga mengantuk.

“Pada saat mobil yang dikemudikan masuk ke jurang, lalu pengemudi berusaha keluar dari mobil dan langsung menumpang mobil yang lewat ke Pangururan,” ungkapnya.

“Hasil introgasi singkat bahwa faktor penyebab kecelakaan dikarenakan sopir mengantuk pada saat berkendara dikarenakan berangkat dari Medan sekitar pukul 23.00 WIB,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved