Breaking News:

Modus Korupsi Direktur PD Siantar, Suruh 32 Karyawan Pinjam Uang ke Bank 1,3 M, Agunkan SK

Dugaan kredit macet itu berawal dari pinjaman 32 pegawai (karyawan) PD PAUS ke BTN Medan sebesar Rp 1,33 miliar,

Penulis: Alija Magribi | Editor: Salomo Tarigan
Tribun-medan.com/Alija Magribi
Kasi Pidana Khusus Kejari Pematangsiantar, Nixon Lubis 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - 

Mantan Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD-PAUS) Herowin TF Sinaga kembali ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Pria yang saat ini masih ditahan di Lapas Klas IIA Pematangsiantar, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara (kasus) dugaan kredit macet di Bank Tabungan Negara (BTN) yang nilainya mencapai Rp 1,33 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar Nixson Andreas Lubis menjelaskan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.

"Ia diduga melanggar Pasal 2 ayat 1, subsider pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001," kata Nixon.

Dugaan kredit macet itu berawal dari pinjaman 32 pegawai (karyawan) PD PAUS ke BTN Medan sebesar Rp 1,33 miliar, dengan jaminan (agunan) SK pengangkatan mereka sebagai karyawan.

"Katanya, 32 karyawan meminjam atas intimidasi Herowin Sinaga. Yang mau diangkat sebagai pegawai tetap harus pinjam uang," kata Nixon.

Setelah pinjaman Rp 1,33 miliar itu dicairkan Bank BTN, uang tersebut dipakai Herowin membeli lahan sawit seluas 300 hektar di Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dari pemilik lahan Pandapotan Pulungan.

Pemilik lahan merupakan warga Pekanbaru, Riau.

Nixon mengatakan, nilai pinjaman 32 karyawan bervariasi, dikisaran Rp 35 juta hingga Rp 43 juta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved