Breaking News:

Pembunuhan Wartawan

Mantan Calon Wali Kota Siantar Akui Ada Sebut 'Bedil' ke Perencana Pembunuh Wartawan

Mantan Calon Wali Kota Siantar, Sudjito mengaku ada menyebut kalimat 'bedil' kepada eksekutor yang membunuh wartawan Mara Salem Harahap

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Mantan Calon Wali Kota Siantar, Sudjito (kiri baju biru) bersama anak buahnya Yudi, saat menjalani sidang di PN Siantar. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Mantan Calon Wali Kota Siantar, Sudjito mengakui ada menyebut kalimat 'bedil' pada eksekutor yang membunuh Mara Salem Harahap alias Marsal, wartawan media online yang dituding melakukan pemerasan.

Namun, Sudjito beralasan bahwa ucapan 'bedil' itu hanya candaan saja.

Hal itu disampaikan Agus Siswoyo, penasihat hukum terdakwa Sudjito, dalam persidangan dengan agenda pembacaan pembelaan di PN Simalungun, Kamis (13/1/2022).

"Ini anak mau diapakan, dari dulu udah keluar masuk penjara. Kalau enggak dishock therapy (efek kejut) atau dibedil, enggak sanggup ini," kata Agus Siswoyo di persidangan.

 

 

Namun, Agus Siswoyo dalam pembelaanya beralasan bahwa maksud memberi shock therapy atau dibedil, disampaikan kepada saksi Yudi F Pangaribuan, perencana pembunuh Wartawan dan beberapa orang yang ada di lokasi pertemuan dengan bahasa canda atau seloroh.

Menurut Agus, Praka Awaludin Siagian (almarhum) selaku eksekutor disebut berinisiatif sendiri mencari senjata pistol bersama Yudi, perencana pembunuhan yang tak lain anak buah Sudjito mencari korban hingga menembaknya. 

Dari keterangan yang didapat dalam persidangan, Agus menilai kliennya Sudjito tidak memiliki maksud untuk menghilangkan nyawa orang lain

Dalam persidangan, Agus juga mengklaim bahwa dari keterangan Praka Awaludin Siagian yang sekarang sudah meninggal dunia, disebut bahwa Sudjito tidak ada niat menghilangkan nyawa Marsal

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved