Breaking News:

News Video

Pengakuan Lisnauli Sitorus Sang Ibu Tiri Kejam, Pukul Anaknya Hingga Lebam

Lisnauli Sitorus, ibu tiri yang gebukin bocah perempuan berusia 7 tahun, mengaku hanya sekali memukul anaknya hingga lebam.

Penulis: Alfiansyah | Editor: Risky Cahyadi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Lisnauli Sitorus, ibu tiri yang gebukin bocah perempuan berusia 7 tahun, mengaku hanya sekali memukul anaknya hingga lebam.

Saat ditemui di ruangan pemeriksaan Polrestabes Medan, Lisnauli mengaku menghajar anaknya menggunakan rol besi.

"Cuma baru itu memukul di kepalanya, pakai penggaris, saya memukul pakai tangan nggak ada, cuma gini (megang wajahnya) doang," kata Lisnauli saat diwawancarai didepan penyidik, Jumat (14/1/2022).

Ia membeberkan, alasannya tega menghajar anaknya lantaran korban dianggap tidak sopan terhadap dirinya.

"Karena dia melototi saya, terus ngomong kau bukan mamak ku, jadi aku bilang jangan ngomong seperti itu sama orang tua," sebutnya.

Namun, Lisnauli tetap bersikeras tidak ada memukul bagian mata korban. Ia mengaku setelah sempat memukul anaknya, paginya ia mengompres bagian wajah korban.

"Kalau memukul saya tidak ada memukul matanya, di situ saya juga nggak tahu karena saya melihat paginya itu, saya lihat bengkak, berbekas saya kompres pakai nasi panas," ucapnya.

Lalu, ia mengatakan seketika tiba-tiba wajah anaknya membiru. Dirinya pun merasa kaget melihat wajah anaknya yang biru tersebut.

"Saya bungkus pakai perban sudah gitu saja. Saya bangun tidur sudah lebam matanya saya kaget, ya kalau dibilang mengakui saya mengakui yang saya pukul pakai rol saja, kalau memang saya nggak ada perbuat ngapain saya mengakui," ucapnya.

Saat ditanyai lebih lanjut tentang kronologis kejadian, Lisnauli pun enggak bercerita. Dirinya pun mengaku siap menjalani hukuman.

"Cukup sekali saya cerita, saya ras bapak sudah dengar. Maaf pak saya kan sudah cerita dan saya siap untuk menjalani hukuman saya," ucapnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved