Breaking News:

Perempuan Dicambuk 100 Kali, Sedangkan Pria Cuma 15 Kali Hanya Karena Bersikeras Tak Mengaku

Hukum cambuk terhadap pelanggar hukum Syariat Islam sudah dilaksanakan cukup lama di Provinsi Aceh. 

Daspriani Y Zamzami
Terbukti bermesraan dengan bukan pasangan sah, perempuan ini menjalani hukuman cambuk sebanyak 23 kali, yang dilaksanakan di halaman Mesjid Lamteh, Banda Aceh, Senin (20/03/2017). Sebanyak 12 pelanggar syariat islam dihukum cambuk pada kesempatan yang sama karena terbukti melanggar hukum syariat silam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Hukum cambuk terhadap pelanggar hukum Syariat Islam sudah dilaksanakan cukup lama di Provinsi Aceh. 

Namun, hukuman cambuk ini sering kali dianggap tidak adil bagi perempuan. Terutama dalam kasus perzinaan. 

Perempuan kerap kali mendapatkan hukuman lebih banyak dibanding laki-laki.  

Terbaru pada Kamis (13/1/2022) Rauzatul Jannah, seorang wanita yang juga mantan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mendapatkan hukuman 100 kali cambukan.

Wanita itu terbukti bersalah melanggar syariat Islam qanun tentang hukum jinayah.

Salah seorang terhukum cambuk, Ema menjalani eksekusi cambuk 100 kali karena tersangkut kasus khalwat di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Jumat (8/9/2017).
Salah seorang terhukum cambuk, Ema menjalani eksekusi cambuk 100 kali karena tersangkut kasus khalwat di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Jumat (8/9/2017). (KOMPAS.com/Masriadi)

Dikutip dari Antara, eksekusi hukuman cambuk terhadap mantan pejabat tersebut dipusatkan di halaman Kantor Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh di Idi, Aceh Timur, Kamis (13/1/2022).

Prosesi hukuman cambuk dilaksanakan di atas panggung terbuka disaksikan hakim pengawas, jaksa eksekutor, dan tim medis.

Terpidana dicambuk algojo yang turut disaksikan ratusan warga setempat.

Sementara teman perzinaanya T Syawaluddin, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Aceh Timur cuma dicambuk sebanyak 15 kali berdasarkan keputusan Mahkamah Syariah Idi, Aceh Timur.

Hukuman ini diberikan karena T Syawaluddin secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah ikhtilat sebagaimana dimaksud Pasal 25 Ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved