Breaking News:

Puluhan Pekerja Demo di Depan Universitas Prima Indonesia, Protes Rekannya Diberhentikan

para aksi massa mendesak agar Unpri memenuhi hak hak Jhonfirt Tua Sihombing yang belum dibayarkan sebelum diberhentikan

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.com/Anugrah Nasution
Puluhan pekerja menggelar aksi di depan Universitas Prima Indonesia (Unpri) jalan Sampul, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (14/1/2022) 

TRIBUN-MEDAN.Com, Medan- Puluhan pekerja yang tergabung dalam front peduli korban PHK Medan menggelar aksi di depan Universitas Prima Indonesia (Unpri) jalan Sampul, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, Jumat (14 /1/2022)

Para pekerja menggelar aksi dengan memblokade pintu masuk sambil berorasi.

Sambil membawa bendera buruh, para aksi massa mendesak agar Unpri memenuhi hak-hak Jhonfirt Tua Sihombing yang belum dibayarkan sebelum diberhentikan oleh Yayasan Unpri.

"Kami meminta agar pihak Unpri membuka jalur mediasi membicarakan hak hak Jhonfirt yang tidak diberikan, " ujar Warisman Laia.

Aksi ini merupakan kali kedua yang dilakukan Front Peduli PHK kota Medan.

Warisman menyatakan, pemberhentian terhadap rekannya jelas melanggar UU No. 13 tahun 2013 Jo uu No. 1/2020 dan PP 36/2021 tentang pengupahan dan kerja lembur karyawan.

Selama berkerja selama 5 tahun Jhonfirt mendapatkan upah di bawah minimum yang ditetapkan pemerintah.

Tidak hanya itu, Warisman juga menyatakan pihak Unpri juga tidak memberikan kompensasi atas pemberhentian kepada Jhonfirt.

"Ada pembayaran selisih upah dan pesangon selama kerja yang belum dibayarkan. Belum lagi upaya dibayarkan dia sudah diberhentikan secara sepihak. Jelas ini melanggar aturan yang berlaku," kata dia.

Sementara itu Darwin Butar Butar selaku tim kuasa Jhonfirt mengatakan untuk menuntaskan persoal tersebut, pihaknya bersama SBSI telah menempuh jalur kekeluargaan. Namun upaya mediasi selalu gagal karena pihak Unpri tidak pernah hadir.

"Kita sudah pernah ingin selesaikan melalut mediasi bersama Dinas Ketenagakerjaan namun pihak Unpri tidak perna datang. Dari 5 kali pertemuan mereka hanya datang sekali saja," kata dia.

Darwin pun mengancam akan mengajak simpatisan buruh lainnya untuk menggelar aksi jika pihak Unpri tidak segera menyelesaikan persoalan ini.

"Kami akan aksi terus menerus, bila perlu dengan orang yang makin ramai jika nanti pihak Unpri tidak mau menyelesaikan masalah ini," tutup Darwin.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved