3 Lokasi Pesanggrahan Bung Karno di Sumut, Ada di Berastagi hingga Parapat
Berdasarkan sejarah, Soekarno pernah menjalani pengasingan di Parapat mulai 4 Januari 1949 dan ditempatkan di pesanggarahan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di Sumatra Utara terdapat tiga Pesanggrahan yang pernah didatangi Bung Karno, yakni di Berastagi (Karo), Parapat (Simalungun) dan Kotanopan (Mandailingnatal).
Pesanggrahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah rumah peristirahatan atau penginapan, biasanya milik pemerintah.
Berdasarkan sejarah, Soekarno pernah menjalani pengasingan di Parapat mulai 4 Januari 1949 dan ditempatkan di pesanggarahan.
Begitu juga sebelumnya Bung Karno bersama Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim lebih dulu dibuang di Berastagi dan ditahan sekitar 10 hari.
Dan di Pesanggrahan yang ada di Kotanopan disebut terdapat foto Bung Karno saat berpidato di tangga. Di bawah foto tertulis 'Presiden Soekarno berdiri di tangga Pesanggrahan Kotanopan ketika berpidato pada rapat raksasa di Kotanopan 16 Juni 1948.
Ketua Bidang Penelitian dan Kebijakan Publik Badan Warisan Sumatra (BWS) Isnen Fitri, menyampaikan bangunan villa Pesanggrahan Bung Karno di tiga lokasi yang ada di Sumut, memiliki nilai historis yang tinggi, khususnya assosiative value.
Baca juga: Pria Misterius Terekam Kamera CCTV Bakar Gedung SMPN 1 Cikelet saat Jam Salat Jumat
Namun, menurutnya, kini kondisi bangunan Pesanggrahan Bung Karno di Sumut sudah banyak perubahan yang terjadi di dinding, pintu dan jendela, atap dan lainnya.
"Konsep perawatan dan pengembangan sebelumnya tidak mengacu kepada pelestarian cagar budaya," ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pun telah memproyeksikan untuk merevitalisasi tiga peninggalan sejarah, Pesanggrahan Bung Karno di Parapat, Berastagi dan Kotanopan.
Pelestarian warisan budaya ini dianggap penting sebagai penguatan kepribadian bangsa, menjadi destinasi pariwisata dan sumber ilmu pengetahuan bagi para generasi penerus.
"Pemprov Sumut mempunyai aset bangunan heritage yang bersejarah untuk bangsa ini, dimana Proklamator atau Presiden Indonesia pertama Soekarno pernah diasingkan dan berorasi di lokasi ini.
Melihat hal ini perlu lah kita meremajakan kembali karena sudah banyak yang rusak dan berubah karena diperbaiki dengan cara yang salah," ujar Wagub Sumut Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, Jumat (14/1/2022).
Dalam Kegiatan revitalisasi Persanggrahan Bung Karno, pihaknya menggandeng para ahli, seperti dari BWS. Tujuannya agar bermanfaat hingga jangka panjang.
Baca juga: Sule Tuding Nathalie Holscher Kurang Kasih Sayang Keluarga, hingga Singgung soal Pemicu Pertengkaran
"Kami tidak mau renovasi biasa-biasa saja, maka kita gandeng yang memang ahlinya dari Beranda Warisan Sumatra juga dari Jakarta ada Pak Mujib dan Ibu Vera yang memetakan kembali daerah-daerah yang pernah didatangi Bung Karno. Saya mau anggaran yang dikeluarkan itu tepat guna sasaran, tidak berulang-ulang ke tempat yang sama," ujarnya.
Ijeck menargetkan revitalisasi ini dapat diselesaikan di Tahun 2023 dan berharap perbaikan dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan bahan yang menyerupai bahan asli, sehingga tidak semata-mata renovasi banyak enak dilihat tapi juga memiliki fungsi dan bertahan lama.
"Saya berharap tempat Pesanggrahan Bung Karno ini jadi tempat edukasi bagi generasi penerus bahwa bangsa ini merdeka tidak sendiri dan tidak mudah.
Selain itu juga jadi destinasi pariwisata di Danau Toba, Berastagi dan di Madina," tutupnya.
(ind/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pesanggrahan-soekarno-di-parapat-2.jpg)