Breaking News:

AS Sebut Rusia Siapkan Operasi Kambing Hitam untuk Menginvasi Ukraina

AS yakin Rusia bersiap untuk invasi ke Ukraina 'yang berisiko mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia yang luas dan kejahatan perang.

Editor: Liston Damanik
MANDEL NGAN, Mikhail Metzel / AFP / SPUTNIK
Presiden AS Joe Biden saat upacara penandatanganan di Gedung Putih di Washington, DC pada 18 November 2021; dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kongres partai Rusia Bersatu di Moskow, pada 4 Desember 2021. Ukraina telah mengusulkan pembicaraan tiga arah dengan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah kekhawatiran invasi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pejabat AS mengabarkan, Jumat (15/1/2022), bahwa Rusia telah menempatkan sekelompok orang untuk melakukan operasi bendera palsu di Ukraina timur dalam upaya untuk membenarkan invasi ke negara itu.

atau operasi kambing hitam adalah perbuatan dengan maksud menyamarkan pihak yang sebenarnya bertanggung jawab dan menjadikan pihak lain sebagai kambing hitam.

Ada bukti bahwa kelompok itu disiapkan untuk perang dalam kota dan menggunakan bahan peledak untuk melakukan tindakan sabotase terhadap pasukan boneka atau proksi Rusia, kata pejabat AS itu kepada CNN.

Pemerintahan Biden yakin Rusia bersiap untuk invasi ke Ukraina 'yang berisiko mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia yang luas dan kejahatan perang jika diplomasi gagal memenuhi tujuan mereka,' kata pejabat itu.

Klaim itu muncul setelah pertemuan diplomatik selama seminggu antara pejabat Rusia dan Barat mengenai puluhan ribu tentara yang ditempatkan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina.

Baca juga: Kerajaan Copot Gelar Bangsawan Pangeran Andrew, Jalani Kasus Pelecehan Seksual sebagai Rakyat Jelata

Baca juga: Uskup India Dibebaskan dari Kasus Pemerkosaan Biarawati, Suster Lucy akan Berjuang Sampai Mati

Baca juga: Selembar Gambar Asli untuk Komik Spiderman Tahun 1984 Terjual Rp 48,1 Miliar

Selama pertemuan itu, diplomat Rusia bersikeras bahwa mereka tidak punya rencana untuk menyerang. Mereka juga berulang kali memperingatkan bahwa situasi berbahaya akan berkembang jika AS dan NATO menolak untuk menerima tuntutan keamanan mereka.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa Rusia 'meletakkan dasar untuk berbagai opsi-opsi mengarang dalih untuk invasi.'

"Kami sudah melihat strategi ini pada tahun 2014. Mereka sedang mempersiapkan strategi ini lagi," kata Sullivan.

Militer Rusia dikabarkan telah merencanakan operasi ini beberapa minggu sebelum invasi militer, kata pejabat itu, yang berarti bahwa invasi dapat dimulai antara pertengahan Januari hingga Februari. (metro.co.uk)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved