Breaking News:

KAPOLRI Beri Pernyataan 'Potong Kepala', Pengamat: Harus Dibuktikan dengan Perbuatan

Kapolri, Jendral Listyo Sigit pernah memberikan statement tentang 'potong kepala' bagi anggotanya yang tidak becus dalam menjalankan tugas.

Dok Tribunnews
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kapolri, Jendral Listyo Sigit pernah memberikan statement tentang 'potong kepala' bagi anggotanya yang tidak becus dalam menjalankan tugas.

Hal ini terjadi untuk Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko yang terseret kasus suap dari Imayanti, istri terduga gembong narkoba bernama Jusuf alias Jus.

Dugaan mengalirnya uang suap ini terungkap dalam persidangan yang digelar di PN Medan dengan terdakwa oknum Polisi Satresnarkoba Polrestabes Medan Rikardo Siahaan.

Pengamat Sosial dari Unimed, Bakhrul Khair Amal mengatakan ucapan Kapolri tentang 'potong kepala' itu harus dilakukan.

"Ada pernyataan Kapolri (potong kepala), berarti ada implementasi (pelaksanaan) yang harus dikuatkan pada perbuatan. Tidak perkataan tapi perbuatan," ujarnya kepada Tribun-Medan.com, Sabtu (15/1/2022).

"Jadi kehidupan ini kan dibuktikan dengan perbuatan, bukan dengan perkataan," tambahnya.

Selain itu, Bakhrul juga mengatakan statement dari Kapolri menjadi pegangan keyakinan masyarakat seluruh Indonesia untuk mempercayai institusi kepolisian.

"Seluruh masalah - masalah yang terjadi baik itu polres, polsek, polda dan sebagainya, jadi kita minta Polri untuk membuka diri dalam pernyataan itu," tegasnya.

Menurutnya, kasus yang menimpa Kapolrestabes Medan, dapat membuat masyarakat menjadi tidak percaya dengan institusi kepolisian.

"Masyarakat melihat, kalau manusia itu buruk, maka pemerintahan itu juga buruk," tandasnya.

(Cr7/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved