Breaking News:

Karpet Milik Paus Fransiskus Hadiah UEA Dijadikan NFT Laku Rp 1,1 Miliar, Bantu Afghanistan

Karpet Pontifex milik Paus Fransiskus hadiah dari Uni Emirat Arab (UEA) diabadikan sebagai non-fungible token (NFT)

AFP/THAI ORGANIZING COMMITTEE/HANDOUT
Dalam foto yang dirilis Komite Penyambutan Thailand pada 20 November 2019, Paus Fransiskus sampai di Terminal Militer Bandara Don Mueang di Bangkok, di mana dia bakal memulai tur kunjungan ke Asia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Karpet Pontifex milik Paus Fransiskus hadiah dari Uni Emirat Arab (UEA) diabadikan sebagai non-fungible token (NFT) lalu dijual untuk bantuan kepada Afghanistan.

NFT Karpet Pontifex yang ditenun oleh wanita Afghanistan tersebut terjual seharga 25 Ether atau sekitar 81.886 dollar AS (Rp 1,1 miliar) pada Jumat (14/1/2022).

Melansir Khaleej Times, karpet tersebut diberikan Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohamad Bin Zayed Al Nahyan Paus Fransiskus pada September 2016 saat berkunjung ke Vatikan.

Baca juga: Ditjen Pajak Gercep, Colek Ghozali Everyday di Twitter, Ghozali Langsung Respons Beri Jawaban

Baca juga: TERNYATA BEGINI Cara Menjual Produk NFT di OpenSea dan Memasarkannya Seperti Foto Selfie Ghozali

Kala itu, keduanya bertemu bertemu untuk membahas penguatan hubungan diplomatik yang ada serta mempromosikan kerukunan antarumat beragama.

Meski sudah diabadikan menjadi NFT, karpet fisiknya yang berukuran panjang 272 sentimeter dan lebar 183 sentimeter tetap menjadi milik Paus Fransiskus.

“Ini mungkin NFT paling ikonik yang dijual di Timur Tengah,” kata Musfir Khawaja, salah satu pendiri nftOne, pasar NFT regional yang berkantor pusat Dubai International Finance Centre (DIFC).

“Pembeli akan mendapatkan replika fisik karpet selain bingkai emas hiasan di atas kanvas digital dengan NFT di situ,” sambung Khawaja.

Hasil penjualan akan digunakan untuk membantu keluarga rentan di Afghanistan selama bulan-bulan musim dingin yang keras.

NFT sendiri merupakan semacam token yang tak dapat ditukarkan, yang biasanya ditemukan di blockchain.

NFT sudah ada sejak 2014. Hingga awal 2021, sebenarnya NFT belum banyak menjadi bahan perbincangan.

NFT segera meledak setelah CEO Twitter Jack Dorsey menjual twit pertamanya sebagai NFT.

Di Indonesia, NFT menjadi bahan perbincangan setelah pemuda bernama Ghozali meraup uang miliaran rupiah dengan menjual NFT di akun OpenSea.

Baca juga: Tak Sanggup Kehilangan, Orangtua Simpan Jasad Anaknya Selama 2,5 Bulan, Rutin Gantikan Baju

Baca juga: Selama 12 Tahun Menanti Buah Hati, Dea Ananda Ungkap Kekhawatirannya Saat Menjadi Ibu

(*/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved