Breaking News:

News Video

PERINTAH Panglima TNI Andika Segera Usut Korupsi TWP AD Rp 127,7 M Libatkan Jenderal Bintang Satu

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan dua tersangka, yakni Brigjen TNI YAK yang merupakan Direktur Keuangan TWP AD dan pihak swasta

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer (Jampidmil) Laksamana Muda TNI Anwar Saadi segera usut kasus korupsi Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) Senilai Rp 127,7 M yang melibatkan seorang Brigadir Jenderal TNI.

Hal ini disampaikan bekas KSAD tersebut dilansir dari akun Youtube Jenderal Andika Perkasa Sabtu (15/1/2022).

Diketahui, salah satu tersangka tersebut berasal dari institusi TNI, yakni Direktur Keuangan TWP AD berpangkat Brigjen dengan inisial YAK.

Sementara, satu tersangka lagi berstatus warga sipil dengan jabatan sebagai Direktur Utama PT Griya Sari Harta (GSH).

Dilansir Kompas.com, Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) mencapai Rp 127.736.000.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan dua tersangka, yakni Brigjen TNI YAK yang merupakan Direktur Keuangan TWP AD dan seorang pihak swasta berinisial NPP.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan perhitungan kerugian negara BPKP, kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 127.736.000," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam konferensi pers, Jumat (10/12/2021).

Leonard menuturkan, kerugian negara timbul karena mesti mengganti dana yang disalahgunakan para tersangka kepada para prajurit TNI.

Sebab, dana TWP AD yang diduga dikorupsi berasal dari gaji prajurit.

"Sumber dana TWP adalah dari gaji prajurit yang dipotong dengan sistem autedebet, langsung dari gaji prajurit sebelum diserahkan," kata Leonard.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved