Kota Labpuri Diteror Kelompok Monyet Ekor Panjang, Kecanduan Makanan-Minuman Bergula

Geng monyet liar mengamuk di sebuah kota di Thailand karena kecanduan minuman manis dan makanan ringan manis.

AFP
Monyet makaka di Lapburi, Thailand, terkenal suka mengganggu penduduk setempat dan turis. 

TRIBUN-MEDAN.com - Geng monyet liar mengacaukan sebuah kota di Thailand karena kecanduan minuman manis dan makanan ringan manis.

Dilansir Mirror, Sabtu (15/1/2022), penduduk di obyek wisata Lapburi menjalani kehidupan mereka bersama makaka atau monyet ekor panjang ganas, yang telah mendirikan markas mereka di bioskop bekas.

Kota yang terletak sekitar 90 mil di utara ibu kota Bangkok itu terkenal dengan populasi monyetnya yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Meskipun primata kerap menciptakan malapetaka bagi penduduk setempat dan pengunjung, penduduk setempat tetap mengadakan festival tahunan untuk menghormati hewan tersebut.

Tetapi menurut laporan Daily Mail, monyet Lopburi, yang jumlahnya berlipat ganda selama pandemi, baru-baru ini menikmati makanan ringan dan minuman yang mengandung gula lebih banyak.

Jalan-jalan kota telah dibanjiri oleh ribuan hewan yang mengkonsumsi gula, dan bersaing ketat untuk mendapatkan makanan dan wilayah.

Sebuah video yang diambil pada hari Selasa menunjukkan lusinan monyet berkeliaran di jalanan, melompati mobil, memanjat manusia dan bahkan mencuri makanan dan barang-barang mereka.

Penduduk setempat terlihat membagikan tabung plastik berisi sirup dan gula, yang dihisap oleh monyet sebelum mengambil pisang dari pria lain.

Hewan-hewan tersebut sama sekali tidak menunjukkan rasa takut terhadap manusia bahkan memanjat kaca depan kendaraan yang bergerak dan melompati orang yang lewat di jalan.

Menurut penduduk setempat, bahkan ada gerombolan monyet yang bentrok saat menandai wilayah mereka.

Populasi monyet liar telah berlipat ganda selama beberapa tahun terakhir, membuat penduduk setempat berjuang untuk merebut kembali jalan-jalan mereka.

Pada tahun 2020, petugas polisi Nirad Pholngeun mengatakan kepada Deccan Herald bahwa sangat sulit membubarkan sekelompok besar monyet dari jalanan.

Dia berkata: “Dalam sekejap mata ada lebih banyak monyet. Begitu banyak anak monyet.”

Akibat pola makan mereka yang tidak sehat, kera kota memiliki otot yang lebih sedikit daripada kera liar, selain itu monyet-monyet kota menderita hipertensi dan penyakit darah. (Mirror)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved