News Video
Camat Percut Seituan Bantah Rohimah Meninggal Usai Divaksin
Camat Percut Seituan, Ismail membantah bahwa Rohimah (65) meninggal dunia usai menerima vaksin
Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra |
Camat Percut Seituan Bantah Rohimah Meninggal Usai Divaksin
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Camat Percut Seituan, Ismail membantah bahwa Rohimah (65) meninggal dunia usai menerima vaksin.
Menurut Ismail, Rohimah (65) meninggal dunia bukan disebabkan suntikan vaksin covid yang dilaksanakan di Kantor Camat Percut Seituan.
"Kami nyatakan bukan vaksin itulah yang menyebabkan meninggalnya almarhumah," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (17/1/2022).
Ismail juga membantah bahwasanya almarhumah mengalami kejang-kejang ketika berada di kantor camat.
"Tidak ada yang kejang-kejang. Kita di sana pun banyak staf-staf saya. Tidak ada hal-hal yang aneh di situ. Mungkin almarhumah lelah karena faktor usia," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwasanya almarhumah belum mendapatkan vaksin apapun.
"Dari hasil data nakes kita bahwa sebenarnya almarhumah belum ada masuk data bahwa almarhumah sudah di screening dan di vaksin," terangnya.
Ismail juga menjelaskan bahwasanya masyarakat yang akan mendapatkan vaksin Covid, akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan.
"Kalau memang dari segi kesehatan tidak layak, maka tidak akan kami vaksin," tandasnya.
Sebelumnya, Rohimah (65) warga Jalan Beringin Pasar 5 Gang Salak Kecamatan Percut Seituan meninggal dunia usai menerima vaksin di Kantor Camat Percut Seituan pada Jumat (14/1/2022).
Almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (16/1/2022).
Salah seorang keluarga korban, Fian mengatakan almarhumah sempat mengalami panas dibagian seluruh tubuhnya saat dibawa pulang dari kantor camat.
"Setelah di rumah itu, semua badannya panas. Kami kasih minyak urut gitu, turun panasnya. Tapi di bagian lengan bekas suntikan itu panas terus. Sampai kami kompres pakai air es, enggak turun juga," katanya. (Cr7/Tribun-Medan.com)