Pedagang Gula Kapas jadi Korban Bajing Loncat, Dilempari dan Barang Dagangan Dirampas

Pelaku mengambil barang dari becak gerobak bermotor yang dikendarainya saat melintas di sekitar rel kereta api Jalan Mangaan Kelurahan Mabar

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Abay (33) Warga Jalan Mangaan Marelan Hilir yang menjadi korban kejahatan bajing loncat saat ditemui di kediamannya di Marelan, Senin (17/1/2022).   

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Abay (33) Warga Jalan Mangaan Marelan Hilir yang menjadi korban kejahatan bajing loncat sudah beraktivitas normal, di Marelan, Senin (17/1/2022).

Abay yang sempat viral di Media Sosial Minggu (16/1/2022) mengaku kesal, soalnya warga sekitar rel Jalan Rumah Potong Hewan tempat dia dilempari batu dan dirampas barang dagangannya seolah melindungi pelaku.

"Setelah kejadian saya pulang bawa becak saya ke rumah. Nah, saya datang lagi ke sana dan saat saya tanya sepertinya warga tersebut melindungi para pelaku",ujar Abay.

Abay menjadi korban kejahatan bajing loncat pada Sabtu 15 Januari 2022.

Pelaku mengambil barang dari becak gerobak bermotor yang dikendarainya saat melintas di sekitar rel kereta api Jalan Mangaan Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Baca juga: Buat Pledoi 37 Halaman, Eks Bupati Labusel Memelas Minta Dibebaskan

Abay mengetahui pelaku beraksi, saat Abay melintasi rel dan becak gerobak bermotornya terasa berat. Kecurigaan Abay tak meleset, di kendaraannya pelaku mengambil gula kapas yang dia jual saban hari untuk menghidupi keluarganya.

"Ketika saya perlahan melewati rel di Jalan Rumah Potong Hewan membawa gula kapas dan pop corn, terasa berat di belakang. Saya mulai curiga, dan kendaraan saya pelankan lalu saya meoreh ke belakang, ternyata ada orang mengambil barang saya",kata Abay.

Dalam aksinya, bajing loncat tersebut memasukkan barang curian ke dalam bajunya.

Kemudian, Abay menepikan becaknya lalu mengejar pelaku, nqmun secara cepat barang curian langsung diover kawanan bajing tersebut ke rekannya yang lain.

Abay terus berupaya mengejar pelaku, namun pelaku justru melemparinya dengan batu saat ditegur. Abay merekam pelaku dengan telepon genggamnya. 

Namun, kawanan bajing loncat justru terus melemparinya sambil mengejek dengan memperlihatkan bokongnya ke arah korban.

"Pelaku ada dua dan melempari saya. Lemparan salah saru pelaku mengenai mata kaki sebelah kirin saya",ujar Abay.

Baca juga: Netizen Malaysia Bocorkan Kisah Tragis Upin-Ipin, Beredar Video Kuburan dan Ternyata Asal Indonesia

Sementara itu, kawanan bajing loncat yang menyerangnya terlihat sebanyak dua orang dengan menggunakan baju berwarna merah dan putih. Keduanya tampak bersiap-siap di rel Jalan Rumah Potong Hewan untuk menggasak kendaraan yang lewat. 

Menurut Abay, beberapa waktu belakangan ini aksi bajing loncat memang kembali mengganas. Memang sebelumnya, di lokasi tersebut terdapat pos penjagaan bajing loncat, namun tidak aktif lagi.

Abay berharap pengamanan bajing loncat di sekitar rela Mabar kembali diperketat. Sebab semakin banyak korban yang merasa dirugikan atas aksi mereka.

(Jun/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved