Dairi Raih Peringkat Ke 2 Layanan Publik Terbaik, Bupati Eddy Berutu Beber Kiat Sukses

Pemkab Dairi meraih nilai 93,29 dan sekaligus menyabet peringkat kedua tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Utara. 

Rechtin / Tribun Medan
Bupati Dairi, Eddy Ate Keleng Berutu mendapatkan anugrah peringkat kedua sebagai kabupaten dengan tingkat kepatuhan tinggi terhadap standar pelayanan publik berdasarkan survei Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Utara pada Selasa (18/1/2022).    

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kabupaten Dairi mendapatkan peringkat kedua sebagai kabupaten dengan tingkat kepatuhan tinggi terhadap standar pelayanan publik berdasarkan survei Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Utara, Selasa (18/1/2022). 

Pemkab Dairi meraih nilai 93,29 dan sekaligus menyabet peringkat kedua tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Utara. 

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan pencapaian ini merupakan kerja  keras yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Dairi dan kerjasama masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada pemerintah. 

"Yang pertama saya berterimakasih kepada OPD untuk tekad kita satukan bersama sehingga ini bisa tercapai, yang kedua masyarakat yang banyak memberi masukan kepada kita dan kepercayaan kepada pemerintahan. Kemudian kepada Ombudsman sehingga kita bisa membandingkan gimana dengan Kabupaten lain," ujar Eddy saat ditemui usai menerima anugrah kepatuhan tinggi terhadap standar pelayanan publik di kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Selasa (18/1/2022). 

Eddy mengatakan pihaknya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik ke depan dengan melakukan beberapa program di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan dan keamanan. 

Yang pertama, terang Eddy, pihaknya ingin meningkatkan pelayanan dalam hal cuci darah untuk warga Dairi. 

"Khusus untuk Dairi, kami ingin naik terus, tetap di zona hijau tapi naik lebih tinggi belajar dari Deliserdang. Ada beberapa hal yang akan kita lakukan, yang pertama (Hemodialysis), fokus kami kepada kesehatan, karena banyak sekali warga kami yang harus ke kota lain untuk mendapatkan fasilitas cuci darah, dan itu memakan waktu memakan biaya,"

"Untuk itu kami ingin lebih aktif lebih sukses mengadakannya di Dairi. Kami juga undang kabupaten di sekitar yang dekat-dekat untuk menikmati layanan ini," ujarnya. 

Selain itu, Eddy mengatakan pihaknya akan mengembangkan PSC atau Public Safety Centre, yang akan menjadi pusat komunikasi untuk situasi darurat seperti kebakaran dan kecelakaan. 

"Karena kita banyak jalan lintas, jadi rawan kecelakaan, dan kebakaran. Kami ingin lebih cepat lagi merespons keadaan-keadaan ini, maka public safety ini adalah nomor yang akan kita integrasikan dengan kepolisian, Damkar dan kesehatan," katanya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved