News Video
Gramma Sphere Tempat Ngopi Paling Sekut di Kota Medan, Berasa Seperti Liburan di Santorini
Kafe Grama Sphere, kafe yang beragam konsep outdoor dan indoor di Jalan Sei Serayu Nomor 54 C Medan, jadi tempat favorit paling sekut bagi warga Medan
Penulis: Tria Rizki | Editor: M.Andimaz Kahfi
Gramma Sphere Tempat Ngopi Paling Sekut di Kota Medan, Berasa Seperti Liburan di Santorini
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kafe Grama Sphere, kafe yang beragam konsep outdoor dan indoor di Jalan Sei Serayu Nomor 54 C Medan, jadi tempat favorit paling sekut bagi warga Medan untuk bersantai.
Pengunjung Grama Sphere tampak nyaman untuk bercerita dan bersantai bersama keluarga dan teman terdekat dan memiliki nuansa seperti tempat romantis di Santorini, yang merupakan kelompok bundar pulau gunung berapi di Laut Aegea, terletak 200 km dari daratan Yunani.
Bukan tak beralasan, pengunjung merasa nyaman berada coffe shop ini. Konsep bangunan perpaduan klasik dan modern cafe ini menggambarkan bagaimana supaya manusia hidup berkualitas.
Bangunan ini juga memiliki ciri khas tersendiri, berwarna putih dan latar foto yang cantik.
Corak dan konsep ini lah yang menjadi pembeda Gramma Sphere dengan kafe-kafe lain di Kota Medan.
Manager Gramma Sphere Aan Nasution, mengatakan pembangunan cafe ini terinspirasi dari buku The Blue Zones of Happiness.
Buku yang menceritakan bagaimana cara manusia sebagai makhluk hidup bahagia dan berumur panjang dianalogikan dengan hewan kura-kura yang memiliki umur lebih dari 100 tahun, menjadi inspirasi bagi Aan membuat gambar kura-kura sebagai logo cafe yang ditanganinya.
"Jadi tempurung kura-kura ini menjadi ide logo Grama Sphere," ucap Aan, Minggu (23/1/2022).
Berdirinya coffe shop ini kata Aan berawal dari ketertarikan timnya terhadap kopi dan suasana yang kerap mereka rasakan saat berada di coffe shop.
Dari sinilah niat Aan dan rekan-rekannya timbul membuat cafe yang berbeda, meski perlu proses yang cukup lama untuk mendirikan Cafe Manager Gramma Sphere.
Aan mengatakan, Grama Sphere ini ada mulai dari bulan Desember 2021.
Sebelumnya, Aan sudah pernah menangani beberapa kafe dan terakhir di Grama Sphere.
Dalam menentukan tema, awalnya Aan dan rekannya kesulitan. Tema tentu harus mereka pertimbangkan secara matang demi targer pasar, hingga akhirnya menghasipkan Gramma Sphere .
Dalam menentukan logo Grama Sphere, Aan bersama tim meriset terlebih dahulu dengan membaca beberapa buku, termasuk the blue zones of happiness.
"Untuk konsep bangunannya klasik modern yang mengarah pada konsep quality of live, terinspirasi juga dari buku the blue zones of happiness pengarang dan buettner. Menceritakan bagaimana cara kita sebagai makhluk hidup bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umur panjang di analogikan dengan hewan kura-kura yang memiliki umur lebih dari 100 tahun. Jadi tempurung kura-kura ini menjadi ide logo Grama Sphere," ucap Aan.
Nah, tribuners tidak akan merasakan bosan bila berkunjung ke Grama Sphere karna memiliki tiga konsep yang berbeda.
"Gramma itu artinya zona atau wilayah, sphere itu artinya lapisan langit jadi dibuatlah 3 segment yang berbeda seperti outdoor depan, indoor dan outdoor belakang yang memiliki perbedaan sehingga orang yang datang tidak merasa bosan," kata Aan.
Selain menikmati suasananya yang nyaman dan banyak spot foto instagramable, Grama Sphere juga menawarkan beberapa menu yang dapat tribuners coba.
"Bisa dicoba minuman khas Grama ada the sphere (kopi susu aren), minuman khas Italia guillermo (kopi yang di campur lemon), selain itu ada maincourse dan dessert, jadi lengkap pilihan menu nya,"ujar Aan.
Walaupun kafe seperti ini sangat mudah ditemukan berbagai sudut di Kota Medan, Grama Sphere memiliki ciri khas tersendiri.
"Kami ingin yang datang kemari bukan hanya pesan minum dan makan saja tapi dia merasakan tempat nya nyaman, bersih, kami meminimalisir tempat cas agar yang datang kesini itu lebih sering cerita dari pada main handphone dan kami selalu mengupayakan pelayanan yang terbaik untuk semua customer," tuturnya.
Selain itu Gramma Sphere juga terinspirasi dengan negara Santorini yang memiliki ciri khas bangunan semua berwarna putih dan latar foto yang cantik.
"Kami terinspirasi dengan negara Santorini, di negara ini memiliki bangunan yang serba putih sehingga untuk foto di sini latarnya cantik. Jadi kami ingin yang datang kesini merasakan seperti di Santorini," kata Aan.
Aan menuturkan kuliner di Gramma Sphere ini di banderol dengan harga mulai 35 ribu Rupiah hingga 60 ribu Rupiah selain itu ada minuman dengan harga mulai dari 25 ribu Ruoiah hingga 30 ribu Rupiah.
Masih dalam keadaan pandemi Aan berharap dapat mempertahankan eksistensi bisnis dan Gramma Sphere dapat menjadi tempat yang nyaman.
"Harapannya Gramma ini punya umur yang panjang, bisa tetap eksis terus apalagi di masa pandemi. Agar bisa bertahan dan konsisten menjadi tempat melepas penat, sehingga yang datang menjadi happy kembali," pungkasnya.
(cr16/tribun-medan.com)