PESAN Prof.Dr. Mohammad Hatta di Acara Pernikahan Putra Rahudman Harahap: Cari Keberkahan

Sejumlah ulama dan pejabat di Sumatera Utara meyaksikan acara pernikahan putra Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan Ritha Wizni, istrinya.

Istimewa
Kabar bahagia datang dari keluarga mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Ia bersama Ritha Wizni, istrinya menggelar pernikahan putra mereka di Pendopo Tasbih 1 No A-25 Medan, Sabtu (22/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Sejumlah ulama dan pejabat di Sumatera Utara meyaksikan acara pernikahan putra Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan Ritha Wizni, istrinya. Acara resepsi pernikahan berlangsung di Pendopo Tasbih 1 No A-25 Medan, Sabtu (22/1/2022).

Satu di antaranya ulama di Sumut yang hadir   adalah Ketua Bidang Dakwah, MUI Sumut, Prof.Dr. Mohammad Hatta.

“Pantas berbangga hati acara akad nikah   dihadiri orang-orang terkemuka di Sumut. Seperti Wali Kota Medan, Bobby Nasution,” ujarnya saat memulai sampaikan kata sambutan.

Sejumlah ulama dan pejabat di Sumatera Utara meyaksikan acara pernikahan putra Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan Ritha Wizni, istrinya. Acara resepsi pernikahan berlangsung di Pendopo Tasbih 1 No A-25 Medan, Sabtu (22/1/2021).
Sejumlah ulama dan pejabat di Sumatera Utara meyaksikan acara pernikahan putra Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan Ritha Wizni, istrinya. Acara resepsi pernikahan berlangsung di Pendopo Tasbih 1 No A-25 Medan, Sabtu (22/1/2021). (Istimewa)

Ia menambahkan, tokoh-tokoh nasional juga hadir di acara pernikahan seperti Chairuman Harahap.

“Saya ingin sampaikan sedikit pesan Rasul terhadap pengantin. Setiap kita bertemu dengan pengantin baru harus diucapkan semoga Allah memberkahi perkawinan kalian. Allah turunkan berkah kepada kalian,” katanya.

Ia menceritakan, pernah suatu ketika ada sahabat rasul mengucapkan selamat bahagia di acara pernikahan. Kala itu, ia bilang mudah-mudahan banyak keturunan.

Akan tetapi, Rasul melarang ucapan tersebut.

“Pesan Rasul bukan selamat bahagia tetapi berkah Allah sehingga diberikan pintu kebaikan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, kebahagiaan tidak selalu mampir dalam pernikahan. Tidak semua orang menikmati rumah tangga dengan penuh kesuksesan dan kebahagiaan.

“Yang ada sesungguhnya keberkahan. Saya baru saja melakukan mediasi terhadap pasangan yang akan bercerai. Mereka tidak lagi bahagia karena menghadapi masalah. Memang bercerai halal tapi dibenci Allah SWT,” katanya.

Dia menambahkan, pada hakikatnya rumah tangga mencari keberkahan. Bila pernikahan itu berkah maka mereka selalu mengukir kebaikan dan kebajikan. Jadi, bila ingin mengukur pernikahan tersebut mendatangkan berkah maka lihat dari mereka membawa kebaikan atau tidak.

Menurutnya, doa dari seluruh tamu yang   hadir terhadap pasangan pengantin bisa membawa keberkahan yang dimaksud. Namun, pengantin baru yang ingin mendapatkan keberkahan harus perhatikan.

“Pertama, jadikan agama sebagai tolak ukur dalam kehidupan kalian. Kalau mau bahagia jadikan agama tuntunan. Hendaknya yang kecil menghormati yang besar. Dalam struktur rumah tangga istri dianggap yang kecil jadi harus punya rasa hormat terhadap suaminya,” ujarnya.

Selanjutnya, pasangan suami-istri harus membudayakan kehidupan sopan, santun dalam rumah tangga. Lalu, sederhana dalam kehidupan

“Membuat skala prioritas dalam hidup, hendaknya selalu instropeksi diri. Jangan ingin menang-menangan. Tidak ada kelebihan dan kekurangan. Menjadikan perkawinan menambah kebaikan. Mudah-mudahan Allah memberkahi kalian berdua,” ungkapnya.

(tio)  

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved