KETIKA Dunia Fokus Konflik Ukraina, Tanpa Disadari 2 Negara di Amerika Ini Bisa Picu Perang Nuklir

Ukraina memang menjadi sorotan dunia karena kawasan tersebut diambang konflik besar dengan Rusia.

Editor: Abdi Tumanggor
Citra satelit © 2022 Maxar Technologies / AFP
Gambar satelit selebaran yang dirilis oleh Maxar Technologies ini menunjukkan tampilan dekat artileri tank dan tenda di area pelatihan Pogonov di Voronez, Rusia, Sabtu (15/1/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ukraina memang menjadi sorotan dunia karena kawasan tersebut diambang konflik besar dengan Rusia.

Selain itu, Rusia juga telah mengerahkan militer ke wilayah Ukraina dan diprediksi perang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Meski semua mata tertuju pada konflik di Ukraina, tanpa disadari penyebab lain konflik Rusia-Barat sebenarnya juga ada di wilayah Amerika.

Rusia dapat sepenuhnya mengirim pasukan dan peralatan militer ke negara-negara sekutu di "halaman belakang" Amerika seperti Kuba dan Venezuela.

Kuba dan Venezuela, dua negara Amerika Latin menjadi pusat ketegangan antara Rusia dan Barat terkait Ukraina.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov tidak menutup kemungkinan bahwa Moskow akan mengirim senjata ke kedua negara tersebut.

Venezuela mungkin tempat Rusia membangun pangkalan udara besar, dan Kuba cocok untuk pelabuhan militer.

Bendera Rusia yang dikibarkan di pangkalan militer ini juga membantu memastikan keamanan negara tuan rumah.

"Menyerang pangkalan militer Rusia, baik di Kuba atau Venezuela, dapat meningkatkan ketegangan di luar kendali, yang mengarah ke konflik nuklir," kata Vasily Kashin, wakil direktur Pusat Studi Ekonomi Global.

Menurut pakar Kashin, Rusia dapat membangun pangkalan dengan skala terbatas mirip dengan pelabuhan militer Tartus di Suriah.

Ini cukup untuk mencapai tujuan meningkatkan kehadirannya di Kuba dan Venezuela.

"Sebelum 2015, Rusia memiliki pangkalan di Tartus. Ini adalah fasilitas militer sederhana dengan lingkar luar yang dijaga oleh tentara lokal," kata Kashin.

Dengan cara ini, Rusia dapat membuat AS menghabiskan lebih banyak sumber daya untuk memantau aktivitas militer di tempat yang sudah menjadi "halaman belakang" Washington.

Menilai senjata mana yang paling efektif jika Rusia dikirim ke Venezuela dan Kuba, para ahli menyebutkan rudal jarak pendek dan menengah, termasuk rudal jelajah Kalibr dan rudal Iskander.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved