News Video

NASIB 40 Pekerja Kebun Dipenjara Bupati Langkat, Tinggal Berdempetan Dalam Sel Ukuran 6x6 Meter

Polda Sumut mulai mengusut dugaan perbudakan modern yang dilakukan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin di rumah pribadinya.

Editor: M.Andimaz Kahfi

NASIB 40 Pekerja Kebun Dipenjara Bupati Langkat, Tinggal Berdempetan Dalam Sel Ukuran 6x6 Meter

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Polda Sumut mulai mengusut dugaan perbudakan modern yang dilakukan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin di rumah pribadinya.

Polisi menyebut tim gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba, Direktorat Reserse Kriminal Umum dan BNN sedang mengecek lokasi.

Selain itu, mereka juga sedang meminta keterangan kepada warga sekitar.

"Saat ini sedang didalami oleh tim gabungan dari Polda Sumut. Karena hal itu diketahui pada saat operasi tangkap tangan KPK," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Senin (24/1/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penjara yang dibangun di kediaman Terbit Rencana Perangin-Angin sudah ada sejak tahun 2012 silam.

Namun hingga saat ini dua sel yang berukuran 6x6 meter itu tidak memiliki izin, meski disebutkan sebagai tempat rehabilitasi mandiri.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menuturkan, dua orang penjaga rumah pribadi Terbit Rencana Perangin-Angin.

"Ada 2 orang yang diminta keterangan. Segala informasi terus dilakukan pendalaman oleh penyidik dari Polda bekerjasama dengan BNNK," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jumlah pria yang dipenjarakan di sel pribadi milik Bupati Langkat itu berjumlah antara 38-48 orang.

Namun disaat polisi dan KPK melakukan penggeledahan hanya terdapat 27 orang yang tersisa.

Polisi menyebut puluhan lainnya sedang bekerja di kebun sawit milik Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin.

"Ini jumlah masih dicari tahu apakah 30-48 kami belum bisa memastikan. Tetapi yang jelas ada orangnya waktu dilakukan pengecekan," tuturnya.

Berdasarkan dokumen yang dilihat Tribun Medan, kondisi pria yang ditahan ada yang babak belur seperti usai dianiaya.

Sementara itu rambut mereka juga diplontos habis.

Wajah 40 Korban Kerangkeng Bupati Langkat Ketakutan

Wajah ketakutan para korban kerangkeng milik Bupati langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat ditemukan petugas di belakang rumahnya.

Penanggung Jawab Migrant Care, Anis Hidayah menyebut bahwa kerangkeng manusia atau penjara yang ada di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin cuma modus rehabilitasi.

Kenyataannya, penjara itu digunakan untuk menyiksa para pekerja perkebunan sawit.

Dari hasil penelusuran Migrant Care, suda ada 40 orang pekerja yang ditahan di penjara pribadi Terbit Rencana Peranginangin.

Mereka semua disiksa sedemikian rupa, lalu dipaksa bekerja selama 10 jam.

"Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja setelah mereka bekerja," ungkap Anis, usai melapor di Komnas HAM, Senin (24/1/2022).

Anis mengatakan, para tahanan itu akan bekerja mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Setelah bekerja, para tahanan akan dipukuli oleh orang suruhan Bupati Langkat.

Sehingga, kata Anis, saat KPK menggeledah kediaman Terbit Rencana Peranginangin, ditemukan sejumlah pekerja yang wajahnya babak belur. 

"Mereka dimasukkan ke dalam kerangkeng atau sel setelah bekerja agar tidak punya akses kemana-mana," katanya.(*)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved