Breaking News:

Berita Foto: Pengerjaan Drainase di Jalan Gelas Asal Jadi, Penutup Beton Selisih 15 cm dari Jalan

Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini.

Penulis: Abdan Syakuro | Editor: Abdan Syakuro
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Masyarakat mengeluhkan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi seperti di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022). Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pengerjaan normalisasi drainase di Kota Medan kembali mendapat keluhan masyarakat tepatnya di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022).

Masyarakat mengeluhkan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi seperti di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022). Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini.
Masyarakat mengeluhkan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi seperti di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022). Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Masyarakat mengaku kecewa terhadap pengerjaan drainase didepan rumahnya yang ditutup hanya dengan beton yang tidak rata.

"Dari awal pengerjaan saya sempat bertanya baik - baik waktu pertama kali digali, saya tanya ini nanti ditutup balik seperti semula kan? Dan dijawab iya. Jadi saya tidak khawatir dikarenakan dibilang bahwasanya bakal dibikin seperti semula. Paling tidak rapi dan bisa dilewati mobil. Tapi nyatanya tidak," kata seorang Warga Calvin.

Calvin mengatakan sejak tiga bulan yang lalu pengerjaan dilakukan, pada tahap penyelesaian pihak kontraktor hanya meninggalkan penutup beton yang membahayakan pengguna jalan dan rentan terjatuh.

Masyarakat mengeluhkan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi seperti di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022). Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini.
Masyarakat mengeluhkan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi seperti di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022). Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

"Sudah 3 bulan sejak pekerjaan yang digali dan sampai semalam baru ditutup gitu aja dengan penutup yang ada besinya, yang jika orang tidak tau bisa tersandung. Selain itu  betonnya yang ditutup tidak rata dan jika kita berdiri di salah satu sudutnya maka sudut lainnya akan naik," ucap Calvin.

Calvin pun mengunggah video di akun instagramnya dengan berharap perhatian dari pihak Pemko Medan.

Melalui unggahan tersebut, Calvin menunjukkan tutup drainase yang tidak rata.

"Di sini kita bisa lihat beton yang ditutup jika kita berdiri di salah satu sisinya maka sisi lain akan naik dari sana saja sudah bisa dilihat bahwa tidak ada rasa peduli yang penting ditutup. Yang kedua, mungkin bisa dilihat dari video sebelumnya dan foto itu ada nampak pipa Air PDAM yang keluar dari tanah," kata Calvin.

Selain itu, Calvin juga menyesalkan tumpukan tanah bekas galian masih dibiarkan di lokasi.

Masyarakat mengeluhkan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi seperti di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022). Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini.
Masyarakat mengeluhkan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi seperti di Jalan Gelas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (26/01/2022). Masyarakat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan ini. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

"Yang ketiga sampah yang habis dikerok minggu lalu karena adanya perbedaan 15 cm dari jalan raya masih dibiarin gitu saja," ucap Calvin.

Calvin menuturkan mengaku sempat menanyakan kepada tukang yang mengerjakan drainase, namun mendapatkan jawaban yang tidak sopan.

"Dan yang terakhir semalam pas penutupan beton ini saya ada sampaikan bahwasanya ini enggak mungkin ditutup gitu aja karena jelas itu masih ada selisih tinggi sama jalan raya. Tapi malah dijawab dengan itu urusan abang, begitu tidak ada sopannya," kata Calvin.

Calvin pun berharap Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dapat menindaklanjuti keluhan masyarakat di Jalan Gelas sebelum akan menelan korban hingga jatuh ke dalam saluran drainase.

"Harapannya mohon ditindaklanjuti sesuai dengan yang dibilang sebelumnya dari Story Instagram saya sebelumnya. Sebagai Mahasiswa Arsitektur ini sungguh memalukan masyarakat yang di mana perancangan yang dilakukan sembarangan dan yang penting siap," tutup Calvin.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved