Dugaan Pungli, Kadinkes Simalungun Akui Hak Pegawai Honorer Dipotong untuk Biaya Lain

Pemotongan uang BOK tenaga medis di tepatnya kawasan perkebunan teh, yakni Puskesmas Sarimatondang bahkan lebih parah.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Puskesmas Rambung Merah, Kecamatan Siantar, salah satu Puskesmas yang memotong dana BOK tenaga medisnya  

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Simalungun Edwin Simanjuntak membenarkan adanya sistem pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang diperoleh pegawai puskesmas setiap triwulannya.

Hak pegawai tersebut dipotong untuk keperluan operasional. 

Edwin mengakui hak pegawai itu memang dipotong.

Baca juga: Wajah Doddy Sudrajat Dipermak Kini Jadi Glowing, Tampang Mulus & Tak Lagi Kusam, Malah Jadi Sorotan

Namun ia beralasan uang pemotongan dipakai untuk membiayai keperluan lain karena keterbatasan anggaran di puskesmas-puskesmas di Simalungun

“Bagaimana lah kubilang ya, kalau kotor rumah kita, kita biarkan itu? Kan enggak kan. Beda bedanya kegunaan (pemotongan itu), contoh uang kebersihan atau uang Puskesmas keliling,” katanya.

Edwin membantah Dinas Kesehatan meminta uang BOK yang diterima pegawai tenaga kesehatan.

Adapun suara-suara yang menyebut dinas kesehatan menerima uang BOK dari tenaga kesehatan hanyalah tudingan

“Cuma dia sendirinya yang ngomong gitu,” katanya.

Edwin menganggap uang BOK yang dipotong dari tenaga kesehatan merupakan dana taktis untuk kebutuhan operasional Puskesmas.

“Kalau untuk biaya kebersihan patungnya semua. Gaji Puskesmas keliling siapa lah itu yang membayar? Ibarat dana taktis lah (uang pemotongan) itu,” dalihnya.

Baca juga: Insentif Pajak Diperpanjang hingga Akhir Semester Tahun Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved