Breaking News:

Pasar Tradisional Masih Jual Minyak Goreng di Atas HET, Sedangkan Penjualan di Ritel Naik 400 Persen

KPPU Kanwil I Medan menggelar diskusi untuk memetakan permasalahan dalam tata niaga dan distribusi minyak goreng. 

TRIBUN MEDAN/HO
Minyak Goreng 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - KPPU Kanwil I Medan menggelar diskusi untuk memetakan permasalahan dalam tata niaga dan distribusi minyak goreng. 

Kepala Kanwil I Medan, Ridho Pamungkas mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan KPPU di hari pertama Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) per 1 Februari 2022, masih banyak ditemukan ritel modern yang stoknya kosong.

Sedangkan harga minyak goreng di warung dan pasar tradisional masih dijual diatas HET. 

"Untuk itu, KPPU mengadakan diskusi untuk mengurai apakah hilangnya minyak goreng dari peredaran ini disebabkan adanya pihak yang menahan pasokan ataukah karena adanya hambatan dalam mekanisme dan teknis pelaksanaan kebijakan dari Permendag tersebut, " ujar Ridho. 

Dikatakannya, Disperindag telah melakukan pasar murah di 11 Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan produsen utama minyak goreng dengan dana CSR mereka. 

Disperindag Provsu sejak tanggal 19 Januari 2022 juga tetap melakukan monitoring bersama dengan Disperindag kab/kota. 

"Dari monitoring tersebut diperoleh informasi bahwa pasokan di pengecer hanya ada dalam dua hari saja dan selanjutnya pasokan belum tersedia, " imbuhnya. 

Selain itu 80 persen stok yang ada di pasar tradisional masih dengan harga yang lama atau di atas HET. 

Dari pihak retail, Yemima Panggabean dari PT Midi Utama Tbk menerangkan bahwa sejak Kemendag memberlakukan kebijakan satu harga minyak goreng, pihak Alfamidi sudah mengikuti harga sesuai dengan kebijakan tersebut. 

Berdasarkan data yang ada, di tanggal 19 Januari 2022, penjualan minyak goreng di outlet naik hingga 400 persen. 

Kondisi untuk saat ini, pihak retail sudah mengajukan PO ke distributor dan produsen, namun stok yang dikirimkan masih terbatas. 

Hal senada juga disampaikan oleh Alfamart dan Indomaret, sejak Desember 2021 pasokan minyak goreng sudah berkurang sampai dengan 75 persen dan sampai dengan Januari 2022 terus menurun.

Untuk menutupi kekosongan barang, pihak retail mencari produsen dan distributor baru untuk minyak goreng kemasan sederhana. 

Hal yang berbeda terjadi di pasar tradisional. Menurut keterangan dari Zulfadli, PD Pasar Kota Medan, pedagang pasar masih menjual minyak goreng stok lama dengan harga beli yang diatas HET. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved