KASUS Pungli Honorer di Dinkes Simalungun, Kadis Kesehatan Edwin Simanjuntak Angkat Bicara

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin T Simanjuntak mengaku ada temuan pungutan liar dana Bantuan Operasional Kesehatan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Kepala Dinas Kesehatan Edwin Simanjuntak (Dua Kiri) memberikan arahan kepada ASN. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin T Simanjuntak mengaku ada temuan pungutan liar dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) terhadap tenaga kesehatan.

Namun hal itu terjadi saat Edwin Simanjuntak belum resmi menjabat atau dilantik sebagai kepala dinas, yaitu 5 Januari 2022.

Temuan dugaan pungutan liar (pungli) terjadi di masa Kepala Dinas Kesehatan sebelumnya, Lydia Saragih, oleh Inspektorat Kabupaten Simalungun.

“Di masa kepemimpinan Kadis sebelum itu ada temuan inspektorat bahwa adanya pungli tersebut,” kata Edwin.

Namun saat ini, sambung Edwin, dirinya bekerjasama dengan Inspektorat Kabupaten Simalungun untuk menindak kepala Puskesmas yang melakukan hal tersebut.

“Dan ke depan, saya ingatkan agar kepala Puskesmas dan direktur rumah sakit agar tidak melakukan hak tersebut kembali. Karena sesuai visi misi kepala pemerintahan, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dan tidak adanya pungli,” ujar ujar Edwin.

Sementara itu, Roganda Sihombing, Kepala Inspektorat Kabupaten Simalungun menyampaikan akan menindaklanjuti kabar temuan ini dengan memanggil para kepala Puskesmas.

“Sebenarnya kalau uang itu ditransfer ke rekening, tidak ada letak punglinya. Cuma kalau benar uang yang diperoleh tenaga honorer itu dikembalikan lagi dengan cara tunai (cashback) maka bakal kita panggil lagi jajaran Puskesmas-nya,” ujar Roganda saat dihubungi Minggu (6/2/2022).

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved