News Video
Diduga Gaji Tak Dibayar Selama Delapan Bulan, Massa Aksi Geruduk Kantor Pialang
Iqbal menuturkan adapun gaji yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan diperkirakan mencapai Rp 600 juta.
Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra |
Diduga Gaji Tidak Dibayar Selama Delapan Bulan, Massa Aksi Geruduk Kantor Pialang
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Puluhan massa aksi berunjuk rasa di depan Kantor PT Trijaya Pratama Futures yang berlokasi di Komplek Jati Junction Jalan Gaharu Kecamatan Medan Timur Kota Medan, Selasa (8/2/2022).
Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Cakra mendatangi lokasi tersebut dengan membawa spanduk untuk meminta pihak PT Trijaya Pratama Futures untuk membayar pesangon kepada pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut.
"Trijaya tidak membayarkan gaji, dan juga Trijaya pencemaran nama baik ketua umum kami, bapak Toni," ujar Ketua Satma Cakra, Iqbal Pasaribu.
Iqbal menuturkan adapun gaji yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan diperkirakan mencapai Rp 600 juta.
Selain itu, pihaknya juga melaporkan pihak PT Trijaya ke Polrestabes Medan karena dianggap melakukan pencemaran nama baik.
"Kalau didalam sistem saham ini, ketika nama kita buruk diluar sana, maka orang tidak akan mau menginvestasikan sahamnya untuk kita," jelasnya.
Aksi tersebut kemudian direspon oleh pihak perusahaan. Adapun perwakilan massa aksi dan pihak perusahaan melakukan konsolidasi.
Adapun hasil dari pertemuan tersebut, Iqbal menuturkan akan menunggu hasil selanjutnya dari perusahaan selama 30 hari kedepan.
"Tadi kami sudah sampaikan kronologis kepada pihak perusahaan, dan nantinya mereka akan menyampaikan kepada pimpinan pusat mereka. Jadi kami masih menunggu waktu selama 30 hari kedepan nanti," tandasnya.
(Cr7/Tribun-Medan.com)