KADISHUB Medan Tak Gentar Meski Petugas Diusir Preman, Sebut Penerapan E-Parking Segera Diperluas
Iswar mengatakan hal itu menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh Dinas Perhubungan selama masa penerapan e-Parking.
Kadishub Medan Tak Gentar Meski Petugas Diusir Jukir Liar, Sebut Penerapan E-Parking Segera Diperluas
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis tak gentar meskipun petugas e-Parking di Jalan Pemuda diusir oleh juru parkir liar yang diduga dibekingi Organisasi Kepemudaan (OKP).
Iswar mengatakan hal itu menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh Dinas Perhubungan selama masa penerapan e-Parking.
"Bukan berarti ada kendala seperti ini kita berhenti. Kendala-kendala itu merupakan tantangan bagi kita yang harus kita selesaikan, tapi tentu penyelesaiannya dengan cara humanis, kita tidak akan melakukan cara-cara kekerasan," ujar Iswar, Rabu (9/2/2022).
Iswar menyebut, pihaknya akan segera menambah titik penerapan E-Parking di 43 titik di Kota Medan. Untuk itu, nantinya total lokasi yang akan diterapkan E-Parking menjadi 65 titik.
"Dan di luar itu, sebagai totalitas kita untuk program ini dan bentuk komitmen kita untuk visi dan misi pak Wali Kota Medan, kita yang tadinya E-parking kita ini hanya 22 titik, insyaallah pada Hari Jumat nanti kita akan tanda tangan kontrak dengan pihak ketiga itu jadi 65 titik," katanya.
Menurut Iswar, keributan yang terjadi yang terekam dalam video yang beredar di sosial media merupakan tindakan arogan juru parkir yang sudah lama mengutip parkir di lokasi tersebut.
"Jadi keributan itu menurut beliau (petugas E-Parking) intinya, dia sudah lama menjadi jukir di situ, dia disuruh E-parking tidak mau, karena pada saat itu kan dia membawa anak istrinya. Tapi kita ngalah saja, kita tidak mau bentrok jadi ya sudah kita mundur dulu melakukan pendekatan insyaallah selesai," ujarnya.
Menurut Iswar, pihaknya akan melakukan pendekatan lebih untuk mensosialisasikan program E-Parking ke masyarakat.
Ia pun tidak berniat untuk membawa kasus pengusiran tersebut ke ranah hukum.
"Kita tidak akan melaporkan ini karena ibu itukan juga masayarakat kita, kami memahami betul E-Parking ini sesuatu hal yang baru, bahkan bukan baru di Medan, tapi kita percontohan nasional. Sesuatu yang baru jadi wajar saja masih ada satu dua masya yang mungkin belum bisa menerima perubahan itu, nah ini menjadi tantangan bagi kami, untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat, intinya kita tidak melakukan kekerasan," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Petugas-E-Parking-diusir-Jukir-Liar.jpg)