News Video
Dua Imigran Gelap dan Lima PMI Ilegal Diamankan saat Terombang Ambing di Laut
Dua orang imigran gelap diamankan oleh personel Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan (Lanal TBA) di perairan Asahan
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Dua orang imigran gelap diamankan oleh personel Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan (Lanal TBA) di perairan Asahan bersama dengan lima orang pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal, Jumat(11/2/2022).
Dua orang imigran gelap tersebut merupakan warga negara Bangladesh yang bekerja di Malaysia dan ingin berangkat ke negara asalnya melalui Indonesia.
Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Aan Prana Tuah Sebayang mengatakan lima orang PMI ilegal dan dua orang migran gelap asal Bangladesh tersebut menyebrang ke Indonesia dengan menggunakan perahu nelayan.
"Posmat Bagan Asahan mengamankan lima orang PMI ilegal bersama dua orang migran gelap terombangambing di perairan Asahan," ujar Danlanal TBA.
Lanjutnya, tujuh orang tersebut diseludupkan melalui jalur ilegal dari Malaysia menuju Indonesia.
"Mereka saat ke Malaysia, menggunakan jalur resmi. Namun saat balik ke Indonesia melalui jalur tidak resmi," katanya.
Dalam keberangkatan ini, PMU ilegal tersebut dikenakan biaya Rp 4 juta hingga Rp 7 juta," jelasnya.
Sedangkan untuk dua orang WNA yang ikut terjaring berencana menuju Jakarta untuk mengurus keberangkatan mereka pulang ke Bangladesh.
"Dengan alasan di Indonesia lebih murah untuk pemulangan mereka ke Bangladesh," katanya.
Untuk harga pemulangan lebih murah hingga Rp 70 juta daripada dari Malaysia.
"Kalau dari Indonesia lebih murah hampir setengahnya, sekitar Rp 70 juta," katanya.
Katanya, untuk WNA akan diserahkan ke imigrasi Tanjungbalai Asahan untuk diproses lebih lanjut.
Katanya, saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan. Ujarnya, tekong(nahkoda) melarikan diri.
"Nahkoda melarikan diri dengan cara berenang lompat ke air," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)