SEJARAH Kantor Gubernur Sumut, Tempat Penelitian Tembakau yang Diambil Alih Pemprov Senilai Rp 1.000

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, bangunan heritage itu dibangun sekitar tahun 1880-an

Penulis: Mustaqim Indra Jaya11 | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30, Medan.   

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kantor Gubernur Sumatra Utara terletak di Jalan Imam Bonjol No 30, Medan dengan luas lahan sekitar 5 ribu meter persegi.

Lokasi kantor tersebut merupakan pusat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Tempat Gubernur Sumut, Wagub Sumut, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkantor.

Di komplek kantor Jalan Diponegoro tersebut, terdapat bangunan heritage peninggal kolonial Belanda, tepatnya yang berada di areal kiri depan komplek kantor Gubernur Sumut. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, bangunan heritage itu dibangun sekitar tahun 1880-an dan dahulunya merupakan Gedung Deli Proefstation.

Bangunan itu terdaftar sebagai milik NV Deli Maatschappij.

Digunakan sebagai tempat untuk meneliti tanaman tembakau, pada masa tembakau Deli menjadi komoditas utama perkebunan untuk dieskpor ke Eropa kala itu.

Baca juga: Demonstran Bawa Penjual Martabak ke Kantor Gubernur Sindir Slogan Sumut Bermartabat

Begitu memasuki masa kemerdekaan, gedung tersebut kemudian dinasionalisasi oleh PT Perkebunan IX, sekarang menjadi PTPN II. 

Hingga akhirnya, gedung tua yang ada di komplek tersebut dijadikan sebagai tempat Gubernur Sumut berkantor.

Lalu di era kepemimpinan Gubernur Raja Inal Siregar, dilakukan pembangunan gedung berlantai 10, tepat dibelakang bangunan heritage.

Diketahui pula, bahwa lahan komplek kantor Gubernur Sumut sebelum tanggal 15 Desember 2008 merupakan aset PTPN II.

Lalu, aset tersebut diambil alih Pemprov Sumut, dengan dilakukan pembayaran ganti rugi sebesar Rp 1.000 kepada Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara selaku pemilik PT PTPN II.

Ketika itu, pembayaran ganti rugi diserahkan Sekda Sumut, RE Nainggolan kepada Dirut PTPN II, Bhatara Moeda Nasution.  

Kegiatan tersebut disaksikan oleh Gubernur Syamsul Arifin dan Menteri BUMN, Sofyan Djalil, selaku kuasa pemegang saham PTPN II

Baca juga: KANTOR GUBERNUR Edy Digeruduk, BEM Nusantara Desak Segera Minta Maaf karena Menjewer Pelatih Biliar

Seiring berjalan waktu, bangunan gedung kantor Gubernur Sumut pun telah beberapa kali melakukan perbaikan. 

Teranyar pada tahun 2020-2021, baik bangunan heritage maupun gedung berlantai 10 hingga taman, direvitalisasi.

Kegiatan revitalisasi bangunan serta taman kantor Gubernur Sumut itu menelan biaya puluhan miliar rupiah.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved