Aksara Park

AKSARA Park Dikabarkan akan Ditutup Gubernur Edy Rahmayadi, Begini Tanggapan Pengelola

Tempat Hiburan Aksara Park dikabarkan akan dibubarkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi jika tidak menaati protokol kesehatan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Suasana Aksara Park, Jalan Aksara, Kabupaten Deliserdang, Kamis (17/2/2022)/(TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tempat Hiburan Aksara Park dikabarkan akan dibubarkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi jika tidak menaati protokol kesehatan.

Ada pun Aksara Park diduga menyelenggarakan konser dengan tidak menaati protokol kesehatan.

"Itu bukan konser. Cuma hiburan musik aja dan itu hanya berlangsung beberapa jam aja," kata Bernart selaku pihak Aksara Park.

Dia pun menjelaskan memang sudah mendengar himbauan dari Edy Rahmayadi. Pihaknya berjanji akan menaati protokol kesehatan ke depannya.

Terkait dengan live musik dikatakannya tidak selalu diselenggarakan. Tetapi hanya pada hari - hari tertentu.

Aksara Park diketahui baru buka tak penuh sebulan ini.

Pihak Satpol PP pun dijelaskannya telah memberikan memberikan teguran atau peringatan.

"Ya nanti kami perketat protokol kesehatan pokoknya," sebutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Edy Rahmayadi mengatakan akan membubarkan lokasi hiburan Aksara Park yang terletak di Jalan Aksara, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang.

Sebab berdasarkan video yang beredar, di lokasi tersebut ada ratusan penonton yang menghadiri acara di Aksara Park.

Penonton tampak berkerumun dan mengabaikan prokes.

Pasalnya, lokasi yang dijadikan tempat jajanan malam dan pasar malam itu disinyalir menimbulkan kerumunan.

Bahkan yang terparah dari video yang diperoleh, baru-baru ini pengelola diduga mengadakan konser musik yang membuat ribuan berkerumun.

"Ada tim melakukan penertiban, tim terpadu ada TNI/Polri ada satpol PP itulah satgas melakukan, nanti coba saya monitor kalau itu masih ada dibubarkan," kata Edy saat diwawancarai di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Rabu (16/2/2022)

Edy menyebutkan, dirinya juga akan melakukan evaluasi soal penanganan Covid-19 di Sumut.

Dia menilai naiknya kasus konfirmasi positif Covid-19 karena adanya pembiaran, apalagi kondisi masyarakat yang terkesan acuh akan prokes.

"Acuh para rakyat kita, ini yang akan jadi bahan evaluasi merupakan data yang harus kita sikapi," ujarnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved