Aksara Park
KAPOLSEK Percut Seituan Imbau Pihak Aksara Park Tutup Pukul 21.00 dan Perketat Prokes
Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Muhammad Agustiawan menanggapi Aksara Park yang menjadi sorotan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Muhammad Agustiawan menanggapi Aksara Park yang menjadi sorotan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.
"Kami sampaikan di Medan memang sudah level 3 dan di Deliserdang level 1. Sementara Aksara Park berada di wilayah perbatasan," kata Agustiawan kepada Tribun Medan, Kamis (17/2/2022).
"Makanya kami tetap menekankan kepada pengelola agar menaati Prokes. Serta menyediakan misalnya aplikasi peduli lindungi, mencuci tangan, alat ukur suhu tubuh, serta mengatur jarak," tambahnya.
Ia pun menghimbau agar jam operasional berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebab, daerahnya berbatasan dengan Kota Medan.
Pantauan pihaknya sebelumnya, dikatakannya lokasi itu beroperasi sekitar 3 mingguan.
Di Aksara Park juga memuat banyak pelaku UMKM.
"Jadi pada prinsipnya kami akan terus ingatkan agar angka Covid 19 bisa menurun," sebutnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Edy Rahmayadi mengatakan akan membubarkan lokasi hiburan Aksara Park yang terletak di Jalan Aksara, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang.
Sebab berdasarkan video yang beredar, di lokasi tersebut ada ratusan penonton yang menghadiri acara di Aksara Park. Penonton tampak berkerumun dan mengabaikan prokes.
Pasalnya, lokasi yang dijadikan tempat jajanan malam dan pasar malam itu disinyalir menimbulkan kerumunan.
Bahkan yang terparah dari video yang diperoleh, baru-baru ini pengelola diduga mengadakan konser musik yang membuat ribuan berkerumun.
"Ada tim melakukan penertiban, tim terpadu ada TNI/Polri ada satpol PP itulah satgas melakukan, nanti coba saya monitor kalau itu masih ada dibubarkan," kata Edy saat diwawancarai di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Rabu (16/2/2022)
Edy menyebutkan, dirinya juga akan melakukan evaluasi soal penanganan Covid-19 di Sumut.
Dia menilai naiknya kasus konfirmasi positif Covid-19 karena adanya pembiaran, apalagi kondisi masyarakat yang terkesan acuh akan prokes.
"Acuh para rakyat kita, ini yang akan jadi bahan evaluasi merupakan data yang harus kita sikapi," ujarnya.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolsek-Percut-Sei-Tuan-Kompol-Muhammad-Agustiawan.jpg)